Indonesia begitu penting bagi Tiongkok

id konjen china

Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Bali, Gou Haodong. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau lebih populer dengan sebutan RRC (Republik Rakyat China) memandang Indonesia sebagai negara yang sangat penting, dalam konteks kerja sama di berbagai bidang, terutama investasi.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau lebih populer dengan sebutan RRC (Republik Rakyat China) memandang Indonesia sebagai negara yang sangat penting, dalam konteks kerja sama di berbagai bidang, terutama investasi.

"China melihat Indonesia sebagai negara yang sangat penting dalam kerja sama, karena dari satu sisi luas wilayah China sangat besar dan Indonesia juga terbesar di Asean," kata Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat China Gou Haodong kepada wartawan di Denpasar, Bali, Senin (2/9).

Dia mengemukakan hal itu, ketika dimintai pandangan China terhadap Indonesia, dalam konteks kerja sama dua negara saat ini dan di masa datang. Secara kedekatan dua negara ini sudah bersahabat sejak ribuan tahun lalu dan hubungan itu terus berlanjut dan terjaga hingga saat ini.

Menurut dia, China sekarang sedang maju terus dan akan terus meningkat tergantung kerja sama dengan negara-negara lain di dunia. "Dan keuntungan yang sangat besar untuk China adalah kalau ada investasi masuk ke Indonesia, karena pasar Indonesia cukup besar dan menjanjikan," katanya.

Dia mengatakan dalam melakukan investasi, China sangat mementingkan kemanusiaan, saling menguntungkan, dan maju bersama.

Baca juga: Tiongkok minati produk gurita beku dari NTT

Gou Haodong menambahkan pada tahun 1978 China mulai menerapkan reformasi dan keterbukaan dalam hal investasi. Pada saat itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menarik investor.

Setelah mereformasi kebijakan di negara itu, investor dari luar terus masuk untuk menanamkan modalnya dan China terus berkembang. "Jadi tujuan investasi adalah tidak saja memberikan keuntungan bagi investor tetapi juga negara China," katanya.

Artinya, kata dia, setelah mereformasi kebijakan investasi, tidak saja industrialisasi meningkat, tetapi pendapatan masyarakat juga semakin banyak, dan negara juga mendapat keuntungan. "Tanpa investasi yang dilakukan investor dari luar, China tidak mungkin maju seperti saat ini," katanya.

Baca juga: Investor Tiongkok tertarik budidaya mutiara di NTT
Baca juga: NTT-Tiongkok sepakat tingkatkan kerja sama kebudayaan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar