Pegunungan Molo di Timor Tengah Selatan terbakar

id timor tengah selatan

Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ady Tallo. (ANTARA FOTO/HO-BPBD TTS)

"Bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan telah berdampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan di pegunungan Molo sepanjang 8 km," kata Ady Tallo.
Kupang (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ady Tallo mengatakan kawasan pegunugan Molo sepanjang 8 km terbakar sebagai dampak bencana kekeringan yang sedang melanda daerah itu.

"Bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan telah berdampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan di pegunungan Molo sepanjang 8 km," kata Ady Tallo ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Selasa (10/9).

Menurut dia, terbakarnya hutan dan lahan di pegunungan Molo terdeteksi pada Sabtu (7/9) dengan luas kawasan hutan yang terbakar sepanjang 8 km dengan titik api berada di Fatukoko, Desa Fatukoko, hingga merambat ke wilayah tetangga Desa Kukfeu.

Baca juga: Delapan kabupaten di NTT berpotensi dilanda Karhutla

Ia mengatakan, petugas BPBD Kabupaten Timor Tengah Selatan masih terus melakukan pemantauan ke lokasi kebakaran. Berdasarkan laporan petugas BPBD, kebakaran yang terjadi di pegunungan Molo mulai berkurang karena angin.

Menurutnya, petugas BPBD dan masyarakat tidak bisa menjangkau ke lokasi karena kawasan yang terbakar berada di lereng gunung yang kondisinya sangat curam sehingga sulit dijangkau.

BPBD TTS sudah membicarakan kasus kebakaran hutan di Molo dengan Kepala BPBD Provinsi NTT guna mengantisipasi apabila kebakaran semakin meluas, maka upaya terakhir yang dilakukan dengan pemadaman melalui udara.

"Namun, sampai Senin (9/9) malam kondisi kebakaran di pegunungan Molo sudah berangsur berkurang. Kami berharap kebakaran ini tidak meluas lagi," katanya.*

Baca juga: Artikel - Misteri terbakarnya kampung adat di NTT
Baca juga: Mengapa kampung adat di NTT rawan kebakaran? ini penjelasannya
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar