Usia harapan hidup masyarakat NTT tidak mencapai 70 tahun

id Lansia

Usia harapan hidup masyarakat NTT tidak mencapai 70 tahun

Usia harapan hidup masyarakat Nusa Tenggara Timur diperkirakan berkisar antara 65-68 tahun. (ANTARA Foto/HO-Humas Setda NTT)

"Hal ini tentu berdampak pada usia harapan hidup masyarakat Indonesia hingga 72 tahun, sedangkan usia harapan hidup masyarakat NTT mencapai 65 - 68 tahun, tentu populasi lansia di Provinsi NTT terus bertambah," kata Nae Soi.
Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef A Nae Soi mendukung berbagai program pemberdayaan untuk kepentingan warga lanjut usia (lansia) yang terus bertambah di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Pemerintah NTT sangat mendukung berbagai program untuk pemberdayaan kaum lansia, karena NTT termasuk salah satu daerah yang memiliki populasi lansia cukup banyak," kata Nae Soi di Kupang, Kamis (19/9).

Wagub NTT mengatakan hal itu saat membuka Rakor Penguatan Kelembagaan Lansia sedaratan Sumba, Timor, Alor dan Sabu Raijua sebagaimana dijelaskan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT Valeri Guru kepada wartawan.

 Josef Nae Soi yang juga Ketua Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia (Lansia) Provinsi NTT menegaskan pemerintah hadir untuk memerhatikan keberadaan lansia, baik yang produktif maupun yang tidak produktif, melalui lembaga Komda Lansia.

Menurut Wagub, populasi lansia di Indonesia, termasuk di NTT, terus bertambah dari tahun ke tahun. "Pada tahun 2000 tercatat ada 14,4 juta jiwa lansia dan pada tahun 2020 jumlahnya diprediksi menjadi 28,8 juta jiwa. Suatu lonjakan yang sangat luar biasa," kata Wagub.

Lonjakan ini terjadi karena adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi dalam bidang kesehatan.

Baca juga: Pemkot gelar lomba dansa bagi lansia
Baca juga: Bantuan Sosial untuk Lansia


"Hal ini tentu berdampak pada usia harapan hidup masyarakat Indonesia hingga 72 tahun, sedangkan usia harapan hidup masyarakat NTT mencapai 65 - 68 tahun, tentu populasi lansia di Provinsi NTT terus bertambah," katanya.

Ia mengatakan, populasi lansia di NTT tercatat 385.224 jiwa pada 2017, namun pada Tahun 2018 populasi lansia di Provinsi berbasis kepulauan itu bertambah menjadi 408.348 jiwa.

"Pemerintah Provinsi NTT sangat mendukung berbagai kegiatan untuk pemberdayaan terhadap lansia, baik di provinsi maupun di kabupaten/kota. NTT termasuk salah satu provinsi yang rawan lansia yang populasinya di atas 7 persen," tegas Josef A Nae Soi.

Wagub berharap, melalui kegiatan rakor lansia dapat memberi manfaat, terutama kepada Komda Lansia, sehingga berdampak langsung pada penanganan lansia di tingkat kabupaten.

"Memang tidak mudah, tetapi harus dimulai karena kita berjalan dan bergerak sesuai amanat UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia," ujar Wagub.

Sekretaris Komda Lansia Provinsi NTT Centis Medi dalam laporannya mengatakan, kegiatan rakor ini, selain untuk edukasi dan sosialisasi, juga untuk menyamakan persepsi di antara Komda Lansia di provinsi maupun Komda Lansia sedaratan Sumba, Alor dan Sabu Raijua.

"Komda Lansià NTT sedang membahas berbagai program khusus bagi warga lansia, seperti membuka akses permodalan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif. Sehingga spirit 'NTT Bangkit NTT Sejahtera' juga dapat diimplementasikan oleh para lansia produktif yang ada di daerah ini," ujar Centis Medi.

Baca juga: Lomba dansa untuk para Lansia
Baca juga: Tambah Layanan Periksa Kesehatan Lansia
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar