Kapal wisata belum berkontribusi terhadap PAD Manggarai Barat

id Kapal Wisata

Kapal wisata belum berkontribusi terhadap PAD Manggarai Barat

Presiden Joko Widodo (kelima kanan) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan), Gubernur Kalbar Sutarmidji (keempat kanan), Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono (kedua kanan), Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (keenam kanan) menaiki Kapal Angkatan Laut (KAL) Lemukutan saat menyusuri Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019). Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Sungai Kapuas yang merupakan salah satu aset wisata di Kalbar. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp).

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengatakan kehadiran kapal-kapal wisata di daerahnya, belum memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Kupang (ANTARA) - Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengatakan kehadiran kapal-kapal wisata di daerahnya yang terkenal memiliki Taman Nasional Komodo, belum memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Setiap saat banyak kapal-kapal wisata datang ke Labuan Bajo namun sejauh ini kontribusinya terhadap pendapatan daerah tidak besar bahkan masih jauh dari harapan,” katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Kupang, Jumat (20/9).

Dia mengatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), PAD dari sektor pariwisata Manggarai Barat mencapai Rp250 miliar.

Salah satu sumber pemasukan yang dinilai paling potensial, lanjutnya, yaitu dari kapal-kapal wisata yang saat ini ramai berdatangan di kawasan Taman Nasional Komodo maupun parkir di Labuan Bajo.

Namun hingga saat ini pendapatan daerah dari sektor pariwisata termasuk dari kapal-kapal wisata belum menyentuh hingga Rp200 miliar bahkan masih jauh dari yang diharapkan.

Baca juga: Pelabuhan Labuan Bajo disiapkan jadi pelabuhan bagi kapal wisata

“Jadi soal kapal-kapal wisata ini seperti yang saya katakan 'indah kabar dari pada rupa', karena kontribusinya bagi PAD masih sangat kurang,” katanya.

Ia telah meminta berbagai instansi terkait agar melakukan pendataan kembali kapal-kapal wisata secara menyeluruh.

“Karena bicara tentang PAD dari kapal-kapal harus berdasarkan data, persoalan kita belum punya data-data lengkap dan jelas,” katanya.

Bupati Agustinus juga meminta agar sistem pelayanan satu pintu berbasis aplikasi untuk melayani kunjungan wisatawan agar segera diterapkan.

“Sistem aplikasi ini agar kapal-kapal tidak seenaknya melakukan wisata bahari di Manggarai Barat dengan tidak tertib, tidak disiplin, dan munculnya kebocoran dalam hal pendapatan daerah,” katanya.

Baca juga: Jokowi ingin jadikan pariwisata Manggarai Barat berkelas
Baca juga: Ternyata banyak kapal wisata di Labuan Bajo tidak kantongi dokumen usaha pariwisata
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar