Karhutla jadi prioritas penanganan Kapolda NTT

id Kapolda

Karhutla jadi prioritas penanganan Kapolda NTT

Kapolda NTT yang baru Irjen Pol H Hamidin (kiri), Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto (kedua kanan) dan Kapolda lama Irjen Pol Raja Erizman menari Flobamora bersama usai dilaksanakannya Upacara Penyerahan Pataka Polda NTT Catya Turangga Wirasakti di Kota Kupang NTT (18/9/2019). (.ANTARA FOTO/Kornelis Kaha).

"Agenda prioritas kami dalam penegakkan hukum saat ini adalah penanganan berbagai kasus yang berkaitan dengan Karhutla di wilayah NTT," kata Irjen Pol H Hamidin.
Kupang (ANTARA) - Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol H Hamidin menyatakan akan memberi prioritas khusus dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur.

"Agenda prioritas kami dalam penegakkan hukum saat ini adalah penanganan berbagai kasus yang berkaitan dengan Karhutla di wilayah NTT," katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat (27/9).

Hamidin yang pernah menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan itu juga mengharapkan peran aktif dari Bhayangkara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam penanganan kasus Karhutla di NTT.

"Hal ini karena Bhabinkamtibmaslah yang paling dekat dengan masyarakat di pedesaan, kemudian juga interaksi antar Bhabinkamtibmas dengan masyarakat juga bagus," tutur dia.

Baca juga: Gunung Ile Mandiri terkena dampak Karhutla
Baca juga: Karhutlah di Ile Mandiri sudah reda

Kapolda Hamidin juga berharap agar setiap Polres di wilayah NTT dapat terus menggelar sosialiasi agar kasus kebakaran lahan tidak terjadi lagi, sebab NTT sendiri merupakan daerah yang tingkat kebakaran hutan dan lahannya paling luas di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BNPB Doni Monardo saat memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan, di Palembang Selasa (24/9).

Ia mengatakan bahwa Luas areal yang terbakar di delapan provinsi di tahun 2019 paling tinggi terjadi di provinsi NTT, 108.368 hektar sementara Sumatera Selatan terbesar keenam, seluas 7.109 hektar di tanah mineral dan 4.717 hektar di tanah gambut.

"Meskipun NTT luas lahan terbakarnya yang terbesar, namun terbakarnya di lahan mineral bukan di lahan gambut," terang Doni Monardo.

Baca juga: Polisi amankan DW akibat karhutla di lereng Gunung Lewotobi
 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar