Tiga kabupaten di NTT sumbang 434 hektare untuk kawasan konservasi

id konservasi laut sikka lembata flores timur

Tiga kabupaten di NTT sumbang 434 hektare untuk kawasan konservasi

Antonius Andy Amuntoda (kiri) saat berbicara mengenai konservasi Laut di perairan NTT. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

Wilayah perairan laut Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata di Provinsi Nusa Tenggara TimurĀ  berpotensi menyumbang 434 hektare untuk dijadikan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD).
Kupang (ANTARA) - Wilayah perairan laut Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata di Provinsi Nusa Tenggara Timur  berpotensi menyumbang 434 hektare untuk dijadikan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD).

"Di tiga wilayah perairan laut ini, bisa menyumbang 434 hektare lebih untuk kawasan konservasi," kata Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, untuk wilayah Flores Timur, Lembaga dan Sikka, Antonius Andy Amuntoda di Kupang, Kamis (3/10).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan potensi areal kawasan konservasi di tiga wilayah ini, yang bisa disumbangkan untuk memenuhi target nasional 20 juta hektare di tahun 2020.

Baca juga: Pulau Komodo sudah di konservasi
Baca juga: Rumpon Terpasang di Wilayah Konservasi


Potensi ini, kata dia, diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan WWF dan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, yang menyebutkan bahwa wilayah perairan laut Flores Timur bisa menyumbang 150 hektare untuk kawasan konservasi.

Amuntoda menjelaskan, kawasan konservasi perairan daerah dimaksud sebagai lokasi cadangan bagi pemijahan ikan, dan cadangan potensi kelautan dan perikanan, serta sebagai bagian dari pembangunan perikanan berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan hidup.

"Kalau kita tidak melakukan konservasi, maka ke depan anak cucu kita tidak dapat memanfaatkan laut lagi, karena ikan-ikan sudah habis ditangkap dan laut dieksploitasi secara berlebihan," kata Amuntoda.

Baca juga: NTT usul penetapan KKPD di tiga kabupaten
Baca juga: Ada zona di kawasan konservasi untuk menangkap ikan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar