Pemkot Kupang bangun instalasi air bersih

id Air

Pemkot Kupang bangun instalasi air bersih

Saat musim kemarau tiba, semua sumber air di Kota Kupang, NTT mengering seperti terlihat pada embung Kiubiblian di Kecamatan Alak, Kota Kupang yang sudah mulai menyusut debit airnya. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha).

Pemkot Kupang bekerja sama dengan salah satu perusahaan melakukan pembangunan dua instalasi pengolahan air (IPA) guna memperkuat jaringan distribusi air bersih bagi warga di ibu kota Provinsi NTT.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang bekerja sama dengan salah satu perusahaan melakukan pembangunan dua instalasi pengolahan air (IPA) guna memperkuat jaringan distribusi air bersih bagi warga di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore kepada wartawan di Kupang, Rabu (9/10), mengatakan bahwa perusahaan instalasi air yang bekerja sama dengan Pemkot Kupang itu bernama PT Dain Celicani Cemerlang.

"Kerja sama yang sedang dijalin ini bagian dari cara pemkot mengatasi masalah air bersih yang selama ini menjadi momok di kota ini," katanya.

Sebanyak dua tempat yang menjadi lokasi pembangunan instalasi pengolahan air itu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan Manikin.

Baca juga: 5.000 pohon siap ditanam untuk jaga sumber air di Kota Kupang
Baca juga: Rp200 miliar untuk bangun fasilitas air bersih di Kota Kupang


Ia mengharapkan dengan kerja sama yang sudah terjalin itu, kelak masalah air bersih di Kota Kupang bisa teratasi, khususnya saat musim kemarau panjang di daerah tersebut seperti saat ini.

Direktur PT Dain Celicani Cemerlang David Suryabara mengatakan instalasi pengolahan air yang dibangun di dua lokasi itu, nantinya mampu menyuplai air baku dengan kapasitas 100-200 liter per detik.

"Kemarin sudah MoU (penandatanganan nota kesepahaman) dengan Pemkot Kupang, dan rencananya kapasitas air yang dapat di produksi di dua lokasi itu bisa mencapai 100-200 liter per detik," tambah dia.

Beberapa fasilitas yang dibangun, kata dia, di antaranya bak pengambilan air dari sumber DAS, sistem pengolahan air dengan cara-cara tertentu (water treatment), tempat pengolahan air bersih, dan reservoir atau tempat penampungan sementara.

Dari tempat penampungan sementara itu, kata dia, baru kemudian air didistribusikan dan secara otomatis akan terkoneksi dengan jaringan pipa eksisting milik PDAM Kota Kupang.

Baca juga: Sumber-sumber mata air mulai mengering
Baca juga: Kali Dendeng dioptimalkan jadi sumber air bersih bagi warga Kota Kupang
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar