Simulasi antisipasi virus menular dari luar NTT

id Virus Mers

Simulasi antisipasi virus menular dari luar NTT

Sejumlah petugas kesehatan AAsedang mengevakuasi seorang penumpang pesawat yang diduga terjangkit virus Mers Coronavirus. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Kantor Kesehatan Pelabuhan Tenau Kupang menggelar simulasi kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (KKMMD) untuk pertama kalinya di Bandara El Tari Kupang guna mengantisipasi masuknya penyakit menular yang dibawa penumpang.
Kupang (ANTARA) - Kantor Kesehatan Pelabuhan Tenau Kupang menggelar simulasi kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (KKMMD) untuk pertama kalinya di Bandara El Tari Kupang guna mengantisipasi adanya penyakit menular yang dibawa penumpang pesawat dari luar NTT.

Direktur Surveillance dan Karantina Kesehatan Ditjen Pengendalian Penyakit Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Drg Vensya Sitohang kepada ANTARA di Kupang, Kamis (10/10) malam mengatakan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan personel menghadapi ancaman virus berbahaya yang masuk melalui bandara tersebut.

"Jadi simulasi ini bagian dari melatih kesiapan staf kami dan pihak terkait untuk bila mana ada virus-virus berbahaya masuk melalui bandara ini bisa langsung ditangani dengan cepat," katanya usai menyaksikan kegiatan simulasi tersebut.

Simulasi yang digelar di Bandara El Tari itu melibatkan pula PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara El Tari, Lanud El Tari Kupang, sejumlah pelajar SMA dan sejumlah pihak lainnya.

Dalam kesempatan simulasi tersebut pihaknya mengantispasi masuknya virus Mers Coronavirus virus yang menggangu pernafasan penumpang yang datang dari negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi.

Baca juga: Dinkes Kota Kupang temukan malaria Afrika Selatan
Baca juga: 55 anak di Kabupaten Sikka terjangkit virus rubella


Penyakit tersebut memang berasal dari negara-negara Arab, karena hingga saat ini banyak negara di Timur Tengah yang melaporkan masih banyak kasus Mers Coronavirus tersebut.

Vensya menilai bahwa simulasi yang digelar kurang lebih sekitar satu jam itu berjalan dengan lancar, walaupun ada beberapa catatan yang menurut dia harus diperhatikan.

Sementara itu, General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Barata Singgih menilai bahwa kegiatan simulasi itu baru pertama kali dilakukan di bandara itu.

"Bahkan sepertinya di wilayah AP I baru bandara di sini saja dilaksanakan. Dan saya mengapresiasi hal ini karena kerja sama ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kami AP I  khususnya di Bandara El Tari Kupang," tambah dia.

Baca juga: Gubernur NTT minta waspada terhadap virus babi Afrika
Baca juga: TRC untuk cegah masuknya virus demam babi Afrika ke NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar