Benarkah akan ada dua matahari dalam kabinet Jokowi?

id prabowo subianto

Benarkah akan ada dua matahari dalam kabinet Jokowi?

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di halaman Istana Negara, Jakarta pada Senin (21/10/2019) usai bertemu Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Bayu Prsetyo/pri).

"Dengan masuknya Prabowo pada kekuasaan, maka dalam kabinet Jokowi jilid dua ke depan, akan ada dua matahari yang bersinar," kata Ahmad Atang..
Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang, Msi mengatakan akan ada dua matahari yang bersinar dalam kebinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dengan masuknya Prabowo pada kekuasaan, maka dalam kabinet Jokowi jilid dua ke depan, akan ada dua matahari yang bersinar," kata Ahmad Atang kepada ANTARA di Kupang, Selasa (22/10), terkait masuknya Prabowo dalam kabinet kerja Jokowi lima tahun ke depan.

Rival politik dua periode itu, disebut-sebut akan menjadi menteri di bidang Pertahanan dalam kebinet kerja Jokowi-Ma'ruf Amin jilid dua.

Menurut dia, Prabowo akan membayangi langkah politik Jokowi dalam pemerintahan lima tahun ke depan.

Baca juga: Jokowi ingin ciptakan stabilitas pemerintahan sehingga tunjuk Prabowo
Baca juga: Jokowi ingin negara aman dengan merangkul lawan politik


Dua konsekuensi
Dia menambahkan, masuknya Prabowo dalam kabinet kerja jilid II memiliki dua konsekuensi. Pertama, Jokowi menunjukkan kepiawaiannya sebagai politisi ulung yang terbukti mampu merangkul lawan sekaliber Prabowo.

Dan ternyata Prabowo tidak seperti seperti yang diharapkan banyak orang, yang tidak tergiur oleh kekuasaan tapi justru sebaiknya Prabowo dilemahkan oleh kekuasaan.

Hal yang kedua, Prabowo mampu mengganggu keutuhan koalisi dengan terciptanya disharmonisasi antarkubu.

"Ini bukan sebuah kebetulan, maka perlu diwaspadai agar tidak menjadi agenda kaum oposan dengan masuknya Prabowo dalam kekuasaan," demikian Ahmad Atang menjelaskan.

Baca juga: Prabowo Subianto akan menjadi menteri di bidang pertahanan
Baca juga: Prabowo proklamirkan kematian kaum oposan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar