Pemkot Kupang mulai antisipasi datangnya banjir

id banjir

Pemkot Kupang mulai antisipasi datangnya banjir

Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore (kedua dari kanan) melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Hengky Ndapamerang (kanan) dalam mengatasi banjir pada musim hujan mendatang, Rabu (13/11/2019). (ANTARA FOTO/HO-Humas Setda Kota Kupang).

Pemerintah Kota Kupang mulai memperbaiki berbagai drainase di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai antisipasi untuk mencegah terjadinya banjir pada musim hujan mendatang.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang mulai memperbaiki berbagai drainase di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai antisipasi untuk mencegah terjadinya banjir pada musim hujan mendatang.

Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore di Kupang, Rabu (13/11)  mengatakan dalam peninjauan, dirinya sudah melihat secara langsung kondisi drainase yang rawan banjir di daerah tersebut.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang untuk segera memperbaiki drainase yang rusak maupun yang tersumbat guna mengantisipasi terjadinya banjir pada musim hujan mendatang.

Baca juga: Warga yang bermukim di bantaran kali diminta waspada banjir kiriman
Baca juga: 11 rumah rusak akibat banjir bandang di Flores Timur


Wali Kota Jefri Riwu Kore bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Yerry Padji Kana dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hengky Ndapamerang memantau kawasan rawan banjir setelah hujan deras menguyur Kota Kupang, Kamis (7/11). Hujan tersebut menyebabkan banjir karena tidak berfungsinya drainase akibat tersumbat sampah.

"Kalau bisa drainase yang tersumbat sampah yang menyebabkan air meluap ke ruas jalan segera diperbaiki dan tumpukan sampah dalam drainase segera dibersihkan," kata dia.

Ia berharap masyarakat tidak membuang sampah di drainase karena bisa menyebabkan selokan tersumbat dan air meluap ke ruas jalan raya hingga menyebabkan banjir.

Pemerintah Kota Kupang akan membangun jaring-jaring sampah di sejumlah drainase yang rawan banjir untuk membendung sampah yang dibuang masyarakat ke drainase agar tidak menyumbat aliran air.

Baca juga: 40 kk terdampak banjir di Kabupaten Kupang
Baca juga: Korban banjir Naibonat bertambah
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar