NTT tetap solid dukung Airlangga

id Airlangga Hartarto

NTT tetap solid dukung Airlangga

Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melkiades Laka Lena. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

"Seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II dan juga DPD I NTT solid mendukung Airlangga Hartarto di Munas Partai Golkar," kata Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melkiades Laka Lena.
Kupang (ANTARA) - Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap solid mendukung Airlangga Hartarto, untuk memimpin partai berlambang pohon beringin itu pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, 3-6 Desember 2019.

"Seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II dan juga DPD I NTT solid mendukung Airlangga Hartarto di Munas Partai Golkar," kata Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melkiades Laka Lena, Rabu (20/11).
Laka Lena yang juga anggota DPR RI mengemukakan hal itu, ketika menghubungi ANTARA dari Jakarta untuk menyampaikan sikap dan dukungan Partai Golkar NTT dalam Munas Partai Golkar.

"NTT sudah bulat dan tetap solid mendukung Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua Umum Golkar. Semua DPD II se-NTT dan DPD I sudah sepakat," katanya.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat pembukaan Rapimnas Golkar, di Jakarta, Kamis (14/11/2019) .(ANTARA FOTO/Zuhdiar Laeis)
Menurut dia, NTT akan menyumbang 23 suara untuk Airlangga pada Munas yakni 22 suara DPD II dan satu suara dari DPD I.

Dia mengatakan, jajaran DPD Golkar se-NTT memilih Airlangga untuk kembali memimpin Golkar sudah melalui berbagai pertimbangan.

Pertimbangan paling utama adalah Airlangga berhasil memimpin Golkar melewati badai dan keluar sebagai pemenang kedua pada Pemilu serentak 2019, katanya.

"Airlangga Hartarto memiliki semua kriteria untuk menjabat pucuk pimpinan tertinggi itu di Partai Golkar," katanya.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kanan) berjabat tangan dengan Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie (kedua kiri) saat Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Kamis (14/11/2019). Rapimnas mengambil tema Golkar Solid, Pemerintahan Stabil, Indonesia Maju. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp).
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar