Dua siswi SMPK St Yoseph Naikoten Kupang lolos seleksi OPSI 2019

id OPSI 2019

Dua siswi SMPK St Yoseph Naikoten Kupang lolos seleksi OPSI 2019

Maria Angelie dan Cresensia Virginia Muda Makin lolos seleksi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019. (ANTARA/Dokumen Romo Amanche Oe Ninu, Pr)

"Siswi kelas 9 Speksanyo itu dinyatakan lolos seleksi OPSI 2019 setelah naskah karya penelitian mereka berjudul Getar Dawi Sasando dan Nilai-nilainya Bagi Pengembangan Karakter Generasi Muda dinyatakan lolos di tingkat nasional," kata Romo Amanche..
Kupang (ANTARA) - Dua siswi SMP Katolik Santo Yoseph (Speksanyo) Naikoten, Maria Angelie dan Cresensia Virginia Muda Makin meraih prestasi menggembirakan dengan lolos seleksi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019.

"Siswi kelas 9 Speksanyo itu dinyatakan lolos seleksi OPSI 2019 setelah naskah karya penelitian mereka berjudul Getar Dawi Sasando dan Nilai-nilainya Bagi Pengembangan Karakter Generasi Muda dinyatakan lolos di tingkat nasional," kata Kepala SMPK Santo Yoseph Naikoten Kupang Romo Amanche Oe Ninu, Pr di Kupang, Jumat (22/11).

Romo Amanche menjelaskan dari 875 naskah yang diseleksi di tingkat nasional, naskah Maria dan Cresensia berhasil dipilih masuk dalam 102 finalis untuk OPSI tahun ini.

Untuk itu, kedua siswa sekolah milik Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang tersebut diundang untuk mempresentasikan karya mereka di Hotel Grand Royal Kelapa Gading Jakarta, 26-30 November 2019.

Berita gembira ini berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikdasmen Kemendiknas nomor 4858/D3/KP/2019. Tim SMP Katolik Santo Yoseph Naikoten Kota Kupang menjadi satu-satunya wakil Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam ajang bergengsi ini.

Maria Angelie dan Cresensia Muda Makin, dua siswi peneliti dan penulis ini mengungkapkan kegembiraan mereka setelah dinyatakan lolos ke tingkat nasional.
Kepala SMPK St Yoseph Naikoten Kupang Romo Amanche Oe Ninu, Pr (kiri) bersama dua orang siswi SMPK St Yoseph yang dinyatakan lolos dalam OPSI 2019. (ANTARA Foto/HO-Romo Amanche Oe Ninu, Pr) 
"Kami bersyukur bisa lolos seleksi dan tentu kami harus bersiap untuk presentasi dan pameran nanti," kata Maria Angelie, yang juga adalah Duta Pelajar Bank NTT 2019.

Sementara itu, rekannya Cresensia Virginia Muda Makin menjelaskan alasan mereka memilih Sasando dan kaitannya dengan pengembangan karakter.

"Kami memilih Sasando karena ini merupakan bagian dari kebudayaan di NTT, dan nilai-nilainya seperti estetika dan filosofinya bisa berkontribusi bagi karakter generasi muda," kata siswi kelas 9-A tersebut.

Guru pembimbing dari SMPK St Yoseph Naikoten, Frater Marianus Damian Kopong Miten turut berbangga dengan capaian yang diraih kedua anak bimbingannya. "Anak-anak ini luar biasa, karena tekun membaca, menulis, dan juga berani meneliti," kata Frater Marianus.

Kepala SMP Katolik Santo Yoseph Naikoten, Pastor Amanche Oe Ninu, Pr menerima hasil yang dicapai kedua siswi SMPK St Yoseph tersebut dengan rasa syukur dan gembira.

Pastor kelahiran Niki-Niki, Timor Tengah Selatan (TTS) ini tampaknya sangat bangga dan bahagia atas prestasi anak-anaknya. "Ini kali kelima dalam empat tahun terakhir sekolah kami lolos lomba meneliti, menulis, dan juga literasi di tingkat nasional," kata Romo Amanche.

Sebelumnya, pada tahun 2016 dan 2017 siswa-siswi sekolahnya juga berhasil meraih emas dan perunggu dalam lomba karya tulis dan lomba penelitian siswa di tingkat nasional, serta juara satu lomba bercerita di festival literasi dan lomba menulis Badan POM.

"Saya menyambut gembira prestasi anak-anak dan terus mendorong mereka untuk rendah hati dalam studi dan karya," ujar Romo Amanche yang juga Koordinator Komunitas Sastra Dusun Flobamora tersebut.

"Kami tetap doakan agar anak-anak peneliti dan penulis dari SMPK Santo Yoseph Naikoten Kupang ini bisa meraih sukses di tingkat nasional dengan karya ilmiah yang dihasilkan," demikian Romo Amanche Oe Ninu, Pr.
Kepala SMPK St Yoseph Naikoten Kupang Romo Amanche Oe Ninu, Pr (kiri) bersama dua orang siswi SMPK St Yoseph yang dinyatakan lolos dalam OPSI 2019. (ANTARA Foto/Dok Romo Amanche Oe Ninu, Pr)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar