Benarkah Gubernur NTT potong tangan bagi pelaku penebangan pohon?

id GUbernur NTT,viktor b laiskodat

Benarkah Gubernur NTT potong tangan bagi pelaku penebangan pohon?

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat secara simbolik menyerahkan anakan cendana kepada tokoh masyarakat saat peluncuran kampung cendana di Desa Bolok, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (26/11/2019). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha).

"Pastinya para pelaku penebangan pohon secara ilegal akan berhadapan dengan hukum, tetapi kalau gubernur yang temukan, saya akan langsung potong tangannya," kata Gubernur Laiskodat..
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B Laiskodat menegaskan bahwa dia tidak akan segan-segan memotong tangan kepada siapa saja yang kedapatan menebang pohon secara ilegal di wilayah NTT.

"Pastinya para pelaku penebangan pohon secara ilegal akan berhadapan dengan hukum, tetapi kalau gubernur yang temukan, saya akan langsung potong tangannya," kata Gubernur Laiskodat kepada wartawan di Kupang, Selasa (26/11).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan masih maraknya penebangan pohon secara ilegal yang dilakukan oleh sejumlah oknum, khususnya di daratan Pulau Timor bagian barat, NTT.

Ia mengatakan bahwa kasus penebangan pohon secara ilegal atau perambahan hutan, memang tidak hanya terjadi di wilayah NTT saja, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya.

Menurut gubernur, masyarakat sampai menebang pohon dan merambah hutan secara serampangan, karena ekonominya tidak dibangun secara baik.

Oleh karena itu ekonomi di sekitar hutan itu harus dikembangkan baik pertanian, peternakan dan perkebunannay itu harus menjadi kombinasi untuk menjaga hutan menjadi lebih lestari.

"Jika itu terjadi sudah pasti ekotourism juga akan berperan di sana, sehingga peningkatan ekonomi masyarakat akan lebih baik," tambah dia.

Sementara itu, Ketua DPRD NTT Emelia Nomleni mengatakan bahwa tindakan hukum bagi para pelaku penebangan pohon secara ilegal tidak akan menyelesaikan masalah.

"Saya pikir bukan pada tindakan hukum kepada para pelaku. Aturannyakan sudah ada. Sekarang bagaimana kita menjalankan aturan yang sudah ada itu, sebab sebenarnya tindakan hukuman bagi para pelaku belum tentu bisa menyelesaikan masalah," tambah dia.

Menurut dia, pendekatan sosial sangat perlu diberlakukan kepada masyarakat dengan tujuan agar memberitahukan bahwa hutan itu akan sangat berguna bagi  anak cucu mereka.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar