Menanti kehadiran 80 peneliti dalam KKS 2019 di Kupang

id IRGSC

Menanti kehadiran 80 peneliti dalam KKS 2019 di Kupang

Ketua Panitia Annual Conference on Social Justice (ACSJ) 2019, Dominggus Elcid Li (kiri) bersama sejumlah pihak penyelenggara memberikan keterangan pada konferensi pers terkait kegiatan ACSJ 2019 yang akan digelar di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 4-5 Desember 2019. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)

"Ada sekitar 80 peneliti yang telah mengkonfirmasi untuk hadir dalam ACSJ 2019 di Kota Kupang. Mereka berasal dari kalangan akademisi, birokrat, dan aktivis dari berbagai daerah di Tanah Air," kata Dominggus Elcid Li..
Kupang (ANTARA) - Sedikitnya 80 peneliti akan menghadiri kegiatan konferensi keadilan sosial (KKS) atau Annual Conference on Social Justice (ACSJ) 2019, di Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang digelar pada 4-5 Desember 2019.

"Ada sekitar 80 peneliti yang telah mengkonfirmasi untuk hadir dalam ACSJ 2019 di Kota Kupang. Mereka berasal dari kalangan akademisi, birokrat, dan aktivis dari berbagai daerah di Tanah Air," kata Ketua Panitia ACSJ 2019, Dominggus Elcid Li dalam konferensi pers terkait kegiatan ACSJ 2019 di Kupang, Senin (2/12)

Dia mengatakan, kegiatan ACSJ 2019 ini mengangkat isu sentral yang menekankan masalah keadilan sosial dengan tema "Memikirkan Ulang Pembangunan yang Berkeadilan Sosial dan Berperikemanusiaan".

Elcid Li mengatakan, tema ini dipilih untuk menjawab persoalan terkini yang muncul di berbagai daerah di Tanah Air.

Dia mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode ke dua ini memberikan prioritas yang tinggi pada peningkatan investasi dengan kebijakan Omnibus Law, dan lain-lain.

Namun selain kepentingan investasi, lanjut dia, ada politik kewarganegaraan yang harus dikedepankan karena sering kali terabaikan dalam kegiatan investasi.
Direktur Institute of Resources Governance and Social Change (IRGSC) Dominggus Elcid Li (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
"Investasi memang baik untuk kepentingan makro ekonomi, tetapi ada dampak tertentu bagi warga negara seperti terkait akses tanah, air, dan lain-lain," katanya.

Dia mengatakan, melalui konferensi ini diharapkan berbagai gagasan muncul yang sifatnya untuk kepentingan nasional maupun menjawab kebutuhan dalam konteks lokal termasuk di NTT.

Dia menambahkan, para nara sumber yang akan dihadirkan dalam konferensi tersebut berasal dari berbagai provinsi di Tanah Air yang dibagi dalam 14 panel.

Mereka akan membahas sejumlah persoalan antara lain, kewarganegaraan dan konflik berbasis identitas, konflik berbasis gender, kebijakan kesehatan publik, kemiskinan, kesejahteraan daerah perbatasan dan perdagangan orang.

Kegiatan ACSJ 2019 ini diadakan Indonesia Social Justice Network (ISJN) bekerja sama dengan Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Provinsi NTT dan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar