Pembentukan 2.000 desa tangguh bencana di NTT

id mitigasi bencana

Pembentukan 2.000 desa tangguh bencana di NTT

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur Thomas Bangke. (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

"Kami targetkan 2.000 desa di NTT menjadi desa tangguh bencana, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTT hingga 2024," kata Thomas Bangke..
Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur akan membentuk 2.000 desa tangguh bencana di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini hingga tahun 2024 dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana.
 
"Kami targetkan 2.000 desa di NTT menjadi desa tangguh bencana, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTT hingga 2024," kata Kepala Pelaksana BPBD NTT Thomas Bangke ketika ditemui Antara di Kupang, Rabu (11/10).

Menurut Thomas, pembentukan desa tangguh bencana diprioritaskan pada desa-desa yang rawan menghadapi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, dan puting beliung.

Baca juga: Dibentuk 23 desa tangguh bencana di Rote Ndao
Baca juga: Pemerintah perlu alokasikan dana untuk penanganan bencana


Selain membentuk desa tangguh bencana, Thomas mengatakan, BPBD menyiapkan warga desa menjadi sukarelawan penanggulangan bencana alam.

Menurut dia, kesiapsiagaan warga menghadapi bencana sangat penting untuk meminimalkan korban dan kerugian akibat bencana.

"Pembentukan desa tangguh bencana diikuti juga dengan kegiatan simulasi penanggulangan bencana sehingga masyarakat sudah memahami apa yang dilakukan apabila terjadi bencana alam," katanya.

Saat ini NTT telah memiliki 280 desa tangguh bencana, yang tersebar di 22 kabupaten/kota. "Kami akan sisir seluruh desa yang rawan bencana di NTT untuk menjadi desa tangguh bencana hingga tahun 2024," katanya.
Warga memotong pohon yang menimpa sebuah mobil pascabencana angin kencang.(ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/wsj).
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar