Logo Header Antaranews Kupang

Bulog NTT Kuasai 34.784 ton Beras

Rabu, 26 April 2017 13:28 WIB
Image Print
Perum Bulog NTT saat ini menguasai 34.784 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan beras rakyat setempat hingga empat bulan ke depan.
"Stok beras di gudang Bulog Divre NTT saat ini sebanyak 34.784 ton dan bisa aman untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di daerah setempat," kata Yoseph Nawa.

Kupang (Antara NTT) - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini menguasai 34.784 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan beras rakyat setempat empat bulan ke depan.

"Stok beras di gudang Bulog Devisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sebanyak 34.784 ton dan bisa aman untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di daerah setempat," kata Kepala Seksi Perawatan dan Pengendalian Mutu (P2M) Kualitas Perum Divre Bulog NTT, Yoseph Nawa kepada Antara di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan hal itu ketika dihubungi terkait persediaan pagu beras dan kesiapan pangan beras Bulog Divre NTT untuk beberapa bulan ke depan.

Total stok 34.784 ton itu, katanya, disimpan di sejumlah gudang antara lain di Kupang, Sumba, dan Flores, cukup memenuhi kebutuhan warga selama liburan sekolah dan Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Intinya beras masih aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan beras warga Nusa Tenggara Timur mulai dari PNS, TNI/Polri, Pensiunan hingga keluarga penerima manfaat (PKM), empat bulan ke depan atau bulan Mei sampai Agustus 2017," katanya.

Menurut mantan Kepala Seksi Humas Bulog Divre NTT ini, stok yang tersedia di gudang saat ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan beras mulai dari PNS, TNI/Polri, pensiunan hingga keluarga penerima manfaat (KPM) empat bulan ke depan.

Dari total tersebut katanya, diperkirakan setiap bulan akan disalurkan 8.824 ton kepada pihak-pihak yang membutuhkan melalui bulog sub divre kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Stok beras di gudang akan terus mengalami penambahan setelah sebelumnya pada Januari 2017 sebanyak 19.700 ton yang didatangkan dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"Bukan cuma beras, tetapi pangan lainnya seperti persediaan stok bahan pangan gula, minyak goreng dan daging cukup hingga Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriah," katanya.

"Saya memastikan stok ketiga bahan pangan tersebut aman hingga Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriah, sehingga tidak perlu dikhawatirkan konsumen yang ada di wilayah NTT," kata Kepala Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Timur Simon Tokan.

Stok pangan umumnya tidka ada masalah untuk NTT, terutama tiga pangan khusus yang diinginkan Kemendag agar harganya diturunkan untuk menstabilkan harga dan inflasi.

Ia mengatakan setelah tahun lalu mengeluarkan ketentuan harga acuan atas sejumlah komoditas, tahun ini (April 2017) Kementerian Perdagangan menetapkan harga eceran ter tinggi untuk gula, minyak goreng, dan daging yang dijual di ritel modern.


Sampai Ramadhan
Bulog NTT juga menjamin stok sembako aman menjelang dan sesudah bulan Suci Ramadhan 1438 H yang dipatok berdasarkan hasil pantauan harga dan stok selama empat bulan ke depan di setiao gudang penyimpangan beras.

Mantan Kepala Seksi Humas dan Publikasi Bulog Divre NTT itu mengatakan saat ini pihaknya menguasai 34.784 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan beras rakyat setempat empat bulan ke depan.

Total stok 34.784 ton itu katanya disimpan di sejumlah gudang antara lain Kupang, Sumba dan Flores, cukup memenuhi kebutuhan warga selama liburan sekolah dan Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah.

"Pihaknya bersama Dinas Perdagangan dan pihak terkait setiap dua kali dalam sepekan melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern yang ada di Kupang dan sekitarnya," katanya.

Warga terlebih umat muslim dan muslimat yang akan menjalani puasa tidak perlu khawatir bila berbelanja karena kebutuhan pokok cukup tersedia dapat dipasok secara lancar.

Bahkan pihaknya akan melakukan operasi pasar (OP) murah jika dalam beberapa hari ke depan terutama saat Ramadhan ada bahan kebutuhan pokok yang harganya melonjak tapi persediaan terbatas sehingga menyebabkan harga naik.

Dasar jaminan lain dari Bulog Divre NTT juga merujuk pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur bahwa pada Maret 2017 NTT mengalami deflasi sebesar 0,79 persen setelah sebelumnya, yaitu Febrari 2017, mengalami inflasi sebesar 0,74 persen.

Deflasi Maret 2017 di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada tiga dari tujuh kelompok pengeluaran.

Misalnya, kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami deflasi tertinggi yang diikuti kelompok sandang, dan kelompok kesehatan.

"Jadi stok pangan umumnya tidak ada masalah untuk NTT, terutama tiga pangan khusus yang diinginkan Kemendag agar harganya diturunkan untuk menstabilkan harga dan inflasi berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 63/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen," katanya.

Berdasarkan peraturan itu, harga ketiga komoditas itu di ritel modern masing-masing gula ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram (kg), minyak goreng Rp11.000 per liter dan daging Rp80.000 per kg.

"Harga minyak goreng ini di atas minyak goreng curah di pasar rakyat yang ditetapkan Rp10.500 per liter karena menggunakan kemasan sederhana," katanya.

Bahkan berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga gula berada di kisaran Rp13.700 per kg, harga minyak goreng curah Rp11.400 per liter, sedangkan harga daging sapi masih Rp114.300 per kg.

Saat ini harga gula pasir Kristal di pasaran tradisional dalam Kota Kupang dan sekitarnya dijual para pedagang dengan harga Rp16.000-Rp18.000 per kilogram, minyak goreng Bimoli Rp18,000 per liter dan harga daging sapi perkilogram Rp90.000.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026