Australia Dukung Kampanye Makan Ikan

Pewarta : id ikan

Australia mendukung kampanye gerakan makan ikan untuk masyarakat Indonesia. (Foto ANTARA)

Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Australia mendukung gerakan kampanye makan ikan melalui program kemintraan peningkatan status kesehatan dan gizi perempuan bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia.

Perwakilan Bappenas Nestri Handayani saat menghadiri Kampanye Makan Ikan di Pantai Lasiana Kupang, Jumat, (28/4) mengatakan, kehadiran perwakilan Pemerintah Australia untuk ikut berkampanye gerakan makan ikan itu merupakan bentuk dukungan negara tersebut.

Kepala Kantor Staf Presiden RI Teten Masduki turut hadir dalam kampanye makan yang melibatkan sejumlah komunitas perempuan di kota itu.

Nestri mengatakan bahwa Bappenas telah menjalin kemitraan dengan Pemerintah Australia melalui program yang sejalan dengan Nawacita Presiden Jokowi, yakni meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

"Tujuannya untuk meningkatkan askes perempuan atau ibu-ibu rumah tangga terhadap layanan penting pemerintah karena kami menilai kesempatan mereka masih belum memadai," katanya.

Ia menyebutkan ada lima aspek dalam kemitraan itu, di antaranya meningkatkan askes layanan perlindungan sosial, terutama akses perempuan miskin, seperti Program Keluarga Harapan (PHK), dan program pengentasan masyarakay dari kemiskinan lainnya.

Selain itu, meningkatkan kapasitas kondisi buruh perempuan yang bekerja di luar negeri, perbaikan kondisi pekerjaan perempuan atau penghapusan diskriminasi di tempat kerja, meningkatkan status kesehatan dan gizi perempuan, serta menurunkan tingkat kekerasan terhadap perempuan.

"Peningkatan kesehatan dan gizi perempuan ini yang sangat relevan kami dorong dalam kemitraan dengan pemerintah Australia melalui kampanye gerakan gemar makan ikan untuk masyarakat Indonesia," katanya.

Peningkatan kesehatan dan gizi itu, menurut Nestri, tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga anak-anak dan anggota keluarganya.

Program kemitraan itu berjalan dengan pendekatan khusus hingga ke tingkat akar rumput yang bekerja sama dengan organsiasi kemasyarakat (ormas).

Nestri menyebutkan sejumlah ormas, antara lain, AISHA, Yayasan Bahkti, Migrant Care, Bina Putra Indonesia, Koalisi Perempuan Indonesia, Komnas Perempuan, dan Yayasan Kesehatan Perempuan yang sudah menjangkau 26 provinsi atau sekitar 936 desa menyebar di Indonesia.

"Kami libatkan organisasi ini karena mereka lebih mengetahui persoalan di tingkat masyarakat sehingga bisa membantu dan mereka memiliki waktu bekerja lebih tinggi daripada melalui birokrasi," katanya.

Melalui program itu, perempuan bisa berperan aktif mendukung program pemerintah. Misalnya, melalui gerakan gemar makan ikan.

"Ibu-ibu atau perempuan posisinya sangat strategis untuk mengelola ikan-ikan untuk konsumsi rumah tangga," katanya.

Pentingnya peran perempuan atau ibu-ibu rumah tangga itu juga ditekankan Kepala Kantor Staf Presiden RI Teten Masduki dalam Kampanye Makan Ikan itu.

Menurut Teten, peran ibu-ibu rumah tangga setempat sangat penting karena mereka menyediakan menu-menu makanan dalam keluarga.

"Oleh karena itu, ibu-ibu rumah tangga harus menyajikan ikan yang cukup untuk keluarga, apalagi yang lagi hamil, menyusui, ataupun untuk anak-anak balita," katanya.

Selain itu, ibu-ibu rumah tangga diminta untuk kreatif mengelola hasil perikanan dalam berbagai jenis sajian guna meningkatkan pendapatannya.

Apalagi, lanjut dia, Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi kepulauan didukung dengan wilayah laut yang luas dan bersih sehingga hasil perikanan juga lebih banyak.

"Kampanye makan ikan harus terus digalakkan. Selain untuk menghasilkan generasi bangsa yang sehat, pintar, dan cerdas, juga meningkatkan keuntungan ekonomi ibu-ibu rumah tangga, terutama di wilayah pesisir," katanya.
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar