Peternak Babi di NTT rugi sekitar Rp14 miliar akibat virus ASF

id Babi

Peternak Babi di NTT rugi sekitar Rp14 miliar akibat virus ASF

Virus ASF telah menyerang usaha peternakan babi di daratan Pulau Timur yang mengakibatkan lebih dari 4.000 ekor babi tewas...

Para peternak babi di Nusa Tenggara Timur dilaporkan mengalami kerugian sebesar  Rp14 miliar akibat 4.888 ekor babi yang dipelihara di antaranya tewas terserang virus African Swine Fever (ASF).
Kupang (ANTARA) - Para peternak babi di Nusa Tenggara Timur dilaporkan mengalami kerugian sebesar  Rp14 miliar akibat 4.888 ekor babi yang dipelihara di antaranya tewas terserang virus African Swine Fever (ASF).

Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Danny Suhadi melalui drh. Melki dalam kegiatan Bakohumas yang diselengarakan Biro Humas dan Protokol Setda NTT terkait penanganan virus ASF yang berlangsung di Kupang, Jumat (13/3).

Ia mengatakan, serangan virus ASF memiliki dampak yang besar terhadap pendapatan ekonomi masyarakat peternak di Pulau Timor.

Menurut dia, kerugian ekonomi yang dialami para peternak akibat matinya 4.888 ekor babi di enam kabupaten di Pulau Timor mencapai Rp14 miliar lebih.

"Dampak ekonomi dari adanya serangan virus ASF terhadap pendapatan ekonomi masyarakat sangat besar," tegasnya.
Usaha kuliner sei bakar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tetap marak, namun usaha tersebut mulai surut akibat serangan virus ASF yang mengakibatkan lebih dari 4.000 ekor ternak babi di daratan Pulau Timor tewas.(ANTARA/Benny Jahang)
Ia mengatakan, NTT memiliki sebanyak 2.141.246 ekor babi, dan yang mati akibat terserangan virus ASF sebanyak 4.888 ekor.

"Apabila 60 persen ekor babi di NTT mati akibat terserang virus ASF maka kerugian yang dialami peternak babi di NTT bisa mencapai triliunan rupiah. Kami telah melakukan antisipasi dengan mengisolasi wilayah Pulau Timor dengan melarang warga membawa masuk atau keluar babi ke daerah lain di NTT sehingga ribuan ekor babi di daerah yang masih bebas serangan virus ASF tetap aman ," katanya.

Selain itu, kata dia, usaha kuliner daging babi di Kota Kupang dan sekitarnya juga mengalami kerugian yang fantastis karena dampak dari ASF yang mengakibatkan sebagian besar usaha tersebut terpaksa ditutup.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar