Kota Kupang belum berencana terapkan PSBB

id kota kupang,corona,jefri,ntt,kupang

Kota Kupang belum berencana terapkan PSBB

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (kiri) melakukan test COVID-19 beberapa waktu lalu di Kupang. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Pemerintah belum berpikir ke arah PSBB, tetapi pemerintah akan bertindak lebih tegas lagi terhadap warga yang tidak mematuhi imbauan pemerintah.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berencana menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah itu, pascapengumuman kasus positif COVID-19 pertama di daerah itu.

"Pemerintah belum berpikir ke arah PSBB, tetapi pemerintah akan bertindak lebih tegas lagi terhadap warga yang tidak mematuhi imbauan pemerintah," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di Kupang, Sabtu, (11/4).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan masih adanya warga yang berkumpul pada tempat-tempat tertentu, dan kemungkinan penerapan PSBB setelah diumumkan adanya kasus positif COVID-19 pertama di NTT.

Baca juga: Wali Kota Kupang ingatkan warga tidak keluyuran

Menurut dia, pemerintah akan terus memberikan imbauan kepada masyarakat, dan bertindak lebih tegas dalam melaksanakan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) di daerah itu, untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Bandara El Tari Kupang menerapkan social distancing bagi penumpang. (ANTARA/Bernadus Tokan)


Selain itu, pemerintah juga akan terus mengimbau warga untuk mematuhui protokol penanganan COVID-19, seperti tetap berada di rumah, menjaga jarak serta mengenakan masker.

Dan hal paling penting yang harus dihindari adalah, warga tidak boleh melakukan aktivitas dengan melibatkan orang dalam jumlah banyak, yang berpotensi terjadinya penyebaran COVID-19.


Baca juga: Tempat hiburan malam di Kota Kupang ditutup pemerintah
"Mari kita kerja sama, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di daerah ini," katanya.

Pemerintah, kata dia, akan berupaya menelusuri warga yang sudah melakukan kontak fisik dengan pasien nomor satu, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. 
 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar