Polisi Yang Tembak Kepalanya Akhirnya Meninggal

id Jenazah

Polisi Yang Tembak Kepalanya Akhirnya Meninggal

Anggota Polres Kupang Kota sedang mendorong keranda jenazah Aiptu Fransisco de Araujo dari ruang ICU RS Bhayangkara Kupang.Almarhum menghabisi nyawanya sendiri dengan menembak kepalanya sendiri dengan menggunakan senjata revolver.(Foto ANTARA/Korneli

"Aiptu Araujo menghembuskan nafas terakhir pukul 15.22 Wita, Rabu (7/6)," kata AKBP Anthon Chriestian Nugroho.
Kupang (Antara NTT) - Anggota Polres Kupang Kota Aiptu Fransisco de Araujo yang menembak kepalanya sendiri pada Selasa (6/6), akhirnya meninggal dunia di ICU RS Bhayangkara meski sudah menjalani perawatan maksimal dari pihak dokter rumah sakit milik Polri itu.

"Aiptu Araujo menghembuskan nafas terakhir pukul 15.22 Wita, Rabu (7/6)," kata Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Chriestian Nugroho kepada media di RS Bhayangkara Kupang, Rabu.

Tim medis yang merawat Kepala Unit Pengamanan Obyek Vital Satuan Shabara Pokres Kupang Kota itu menyatakan korban mengalami mati batang otak dan karenanya tidak lagi bisa membuatnya bertahan hidup.

"Ya, saya sangat kehilangan. Kami semua sayang Araujo namun Tuhan lebih menyayanginya," kata Kapolres Kupang Kota Anthon Nugroho.

Kapolres mengungkapkan Aiptu Araujo adalah sosok yang cukup tenang namun periang. Dia polisi hebat yang taat dan sangat berkomitmen melaksanakan tugas-tugasnya.

Mantan Wakapolres Kupang itu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah dengan caranya membantu dan memberi perhatian kepada Araujo sejak kejadian hingga menghembuskan nafas terakhirnya. "Kepada tim medis RS Bhayangkara, Pak Kapolda dan seluruh jajarannya serta semua pihak lainnya," katanya.

Dia mengaku secara institusi akan memfasilitasi semua hal berkaitan dengan pemakaman almarhum nantinya. "Kami menanti keputusan keluarga kapan dan dimana pemakaman almarhum," kata Kapolres Anthon.

Terhadap motif insiden itu, Kapolres Anthon mengaku masih mendalaminya. "Saat ini masih dalam suasana duka. Akan kita dalami," katanya.

Dalam konteks kedinasan Kapolres Anthon memastikan Aiptu Araujo tidak memiliki masalah kedinasan. "Saya jamin itu bahwa kejadian ini tidak ada sangkutan dengan masalah kedinasan almarhum. Itu saya pastikan tidak ada," katanya mengungkapkan.

Kapolres juga menyatakan kepemilikan senjata yang dipunyai almarhum sah dan layak. Araujo sangat layak secara fisik dan mental dan itu melalui satu ujian. "Namun kejadian ini di luar dugaan kita," katanya.

Anggota Polres Kupang Kota Aiptu Fransisco de Araujo yang meninggal karena menembak kepalanya sendiri pada Selasa (6/6) di kamar tidur rumahnya menggunakan senjata laras pendek jenis revolver itu meninggalkan seorang istri Maryhina Araujo dengan tiga anak masing-masing Mebi Araujo, Putri Araujo dan si bungsu Fadli Araujo.

Kapolda NTT Irjen Pol Sabar Agung Santoso menyatakan akan membantu pendidikan anak-anak almarhum sampai selesai.

Masalah keluarga
Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan tim Propam dan Reskrim Polda NTT menyimpulkan bahwa motif Aiptu Fransisco de Araujo menembak kepalanya akibat masalah keluarga.

"Sudah ada hasil penyelidikan dari tim Propam dan Reskrim Polda NTT yang menyatakan bahwa yang bersangkutan menembak dirinya sendiri dan meninggal akibat masalah keluarga yang dialami oleh almarhum," katanya.

Mantan Kapolres Manggarai Barat ini menjelaskan, dirinya tak bisa memberikan keterangan lebih jauh soal masalah keluarga seperti apa yang dialami oleh almarhum sehingga almarhum melakukan aksi menembak dirinya sendiri.

Ia mengatakan bahwa pascapenyelidikan tersebut, Propam dan Reskrim pun langsung menutup kasus tersebut karena sudah jelas menyebutkan bahwa karena masalah keluarga.

Sementara itu, soal kepemilikan senjata laras pendek, Jules mengatakan bahwa setiap anggota polisi yang dipercayakan untuk memegang senjata telah dilakukan tes psikologi sebelum diizinkan memegang senjata api.

"Sebenarnya dirinya sudah layak dan sudah sesuai prosedur memiliki senjata api, namun mungkin karena masalah keluarga akhirnya almarhum mengambil jalan pintas dengan cara menembak dirinya sendiri yang mengakibatkan dirinya meninggal dunia," katanya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021