BMKG: Operator pelayaran agar waspadai gelombang di NTT

id bmkg kupang,gelombang tinggi di ntt,ntt,operator pelayaran,nelayan,waspada

BMKG: Operator pelayaran agar waspadai gelombang di NTT

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Tenau, Kupang, Ota Welly Jenni Thalo sedang memantau cuaca di wilayah NTT. (FOTO ANTARA/Bernadus Tokan)

Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan operator pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan laut Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Tenau, Kupang, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Kamis (18/6).

Menurut dia, gelombang tinggi tersebut disebabkan karena pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari timur laut - tenggara dengan kecepatan 5 - 15 knot.

Sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari timur - tenggara dengan kecepatan 5 - 25 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Pulau Jawa, Laut Jawa bagian timur, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

Dia mengatakan, kondisi ini menyebabkan terjadinya gelombang tinggi pada sejumlah wilayah perairan laut NTT.

Tinggi gelombang 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Kupang hingga Rote Ndao.

Selain itu, juga di Samudera Hindia selatan Sumba hingga Sabu Raijua, perairan laut selatan Kupang hingga Rote Ndao.

Dan tinggi gelombang 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian timur, Selat Ombai, Selat Wetar, dan perairan laut utara Flores, perairan utara Kupang hingga Rote Ndao, Selat Alor hingga Pantar, Selat Flores hingga Lamakera.

Karena itu, operator pelayaran dan nelayan diimbau untuk selalu waspada, demikian  Ota Welly Jenni Thalo.

Baca juga: Angin kencang di NTT dipicu perbedaan tekanan udara
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar