Kawasan Perbatasan Mulai Dibangun 2018

id Perbatasan

Wakil Bupati Kupang Korinus Masneno

"Pembangunan kawasan perbatasan merupakan program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang harus didukung pemerintah di daerah perbatasan seperti Kabupaten Kupang," kata Korinus Masneno.

Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai mendesain pembangunan di kawasan perbatasan yang bersentuhan langsung dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse mulai 2018 agar wilayah tersebut cepat tumbuh dan bergerak ke arah yang lebih maju.


"Pada tahun 2018 pemerintah Kabupaten Kupang mulai membangun kawasan perbatasan dengan Oecusse, Timor Leste. Kawasan perbatasan merupakan jendela Indonesia dengan negara lain sehingga perlu dibangun secara cepat," kata Wakil Bupati Kupang Korinus Masneno di Oelamasi, Rabu.

Masneno ditemui usai rapat koordinasi penataan kawasan perbatasan Kabupaten Kupang di Kantor Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Kupang di Oelamasi , sekitar 38 km arah timur Kota Kupang, menjelaskan, pada tahun 2018 pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) didorong untuk mengalokasikan dana APBD II guna mendukung pembangunan kawasan perbatasan itu.

"Pembangunan kawasan perbatasan merupakan program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang harus didukung pemerintah di daerah perbatasan seperti Kabupaten Kupang," kata Masneno.

Ia mengatakan rapat kordinasi diikuti pimpinan SKPD untuk menginventarisasi kegiatan pembangunan dilakukan SKPD dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.

"Program kerja disesuikan dengan tupoksi setiap SKPD seperti pembangunan sektor pertanian, infrastrukur jalan desa, jembatan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat perbatasan yang perlu mendapat dukungan anggaran APBD II, sehingga percepatan pembangunan kawasan perbatasan lebih berkembang," kata Masneno.

Masneno mengajak semua pihak di daerah ini untuk berkomitmen membangun kawasan perbatasan secara sunguh-sunguh.

"Saya optimis pembangunan di kawasan perbatasan menjadi lebih maju dari sekarang apabila semua pihak fokus membangun perbatasan. Jangan kita habiskan dana perjalanan dinas ke perbatasan namun tidak ada dampaknya bagi masyarakat," tegas Masneno.

Masneno menjelaskan dalam pembangunan kawasan perbatasan di Kabupaten Kupang, selain dukungan anggaran APBD II juga terdapat dukungan dana dialokasikan pemerintah Provinsi NTT serta alokasi anggaran pemerintah pusat yang diperuntukan bagi pembangunan infrastruktur jalan, jembatan.

"Dengan rapat kordinasi itu maka Pemerintah Kabupaten Kupang bisa memilah apa saja yang bisa dilakukan, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan program penataan kawasan perbatasan dilakukan Pemprov NTT maupun pusat," tegas Masneno.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar