
DPR Apresiasi Pemerintah Soal Terobosan Mudik

"Tetapi untuk mudik kali ini kami sangat mengapresiasi kinerja pemerintah karena telah membangun infrastruktur untuk mengurai kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas," kata Fary Djemi Francis.
Kupang (Antara NTT) - Komisi V DPR-RI yang antara lain membidangi masalah perhubungan memberi apresiasi kepada Pemerintah yang telah melakukan berbagai terobosan baru dalam penyelenggaraan mudik Lebaran 1438 H tahun 2017.
Ketua Komisi V DPR-RI Fary Djemi Francis ketika dihubungi Antara dari Kupang, Senin, mengatakan hampir setiap tahun kemacetan serta korban kecelakaan lalu lintas saat mudik Lebaran selalu menjadi perhatian dari pemerintah dan semua pihak karena angkanya selalu tinggi.
"Tetapi untuk mudik kali ini kami sangat mengapresiasi kinerja pemerintah karena telah membangun infrastruktur untuk mengurai kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas," katanya menambahkan.
Ia menjelaskan berdasarkan pantauan di sejumlah ruas jalan tol, pada mudik tahun 2017 walaupun banyak kendaraan yang melintas namun lancar.
Artinya, kondisi ini berbeda dengan kondisi kemacetan di pintu keluar tol Brexit tahun 2016 yang menelan banyak korban jiwa.
"Pemerintah membangun jalan fungsional Brebes-Batang dan empat flyover jalur Brebes-Tegal menurut kami itu sangat membantu kelancaran arus mudik tahun ini. Ketersediaan infrastruktur, seperti pemberlakuan tol fungsional dan flyover di sejumlah ruas jalan telah membantu mengurai kemacetan,"tuturnya.
Sementara itu terkait angka kecelakaan lalu lintas selama mudik menurutnya juga mengalami penurunan tidak seperti pada tahun 2016.
Politisi dari Partai Gerindra ini menilai berdasarkan laporan Polri pada 27 Juni 2017, bahwa per H+2 tingkat kecelakaan mudik lebaran 2017 menurun, yakni terjadi 1.299 kecelakaan.
Sementara untuk mudik pada tahun 2016 per H+2 angka kecelakaan lalu lintasnya mencapai 1.515 kecelakaan. Artinya bahwa terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 14 persen.
Lebih lanjut Fary menambahkan ada tiga daerah dengan angka kecelakaan tertinggi yaitu Jawa Timur, (50 kejadian, 11 meninggal); Jawa Tengah (22 kecelakaan, empat meninggal); dan Sulawesi Selatan (15 Kejadian, 2 meninggal).
Disamping itu ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sejumlah piahk mulai dari pihak Kepolisian yakni Korlantas Polri yang telah membantu mengurai berbagai kemacetan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2017.
Namun walaupun berbagai angka kemacetan dan kecelakaan menurun, komisi V tetap mengharapkan pemerintah untk tetap mengawasi pelaksanaan arus balik untk menghindari kemacetan dan kecelakaan akibat kondisi jalan tol fungsional yang bergelombang, berpasir dan minimnya fasilitas penerangan jalan.
Komisi V menghimbau kepada masyarakat saat arus balik agar tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan dengan mematuhi aturan dan arahan pihak berwajib.
"Saat ini arus balik masih terus terjadi namun tidak seprti pada puncak arus balik beberapa waktu lalu. Oleh karena itu para pemudik yang hendak pulang melewati tol fungsional diharapkan untuk berhati-hati karena masih ada jalan yang bergelombang, berpasir dan minimnya fasilitas penerangan jalan," ujarnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
