Wakapolda NTT sebut tindak kriminal cenderung turun selama pandemi

id Kriminalitas, NTT, Kota Kupang.,KRIMINALITAS NTT

Wakapolda NTT sebut tindak kriminal cenderung turun selama pandemi

Wakapolda NTT Brigjen Pol Johny Asadoma (kiri). (ANTARA/Kornelis Kaha)

Mungkin di beberapa daerah di luar NTT, kasus kriminal mengalami kenaikan selama pandemi COVID-19, tetapi di NTT justeru cenderung mengalami penurunan walaupun tidak signifikan
Kupang (ANTARA) - Kasus kriminal di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama masa pandemi COVID-19 cenderung mengalami penurunan dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelum pandemi, kata Wakapolda NTT Brigjen Pol Johny Asadoma, di Kupang, Selasa, (14/7).

"Mungkin di beberapa daerah di luar NTT, kasus kriminal mengalami kenaikan selama pandemi COVID-19, tetapi di NTT justeru cenderung mengalami penurunan walaupun tidak signifikan," katanya.

Baca juga: Mungkinkah Polres baru bantu atasi kasus kriminal di SBD?

Ia mencontohkan untuk kasus pencurian khususnya spesialis barang elektronik dan perhiasan di NTT selama tiga bulan terakhir justru terus mengalami penurunan. Pada bulan April jumlahnya mencapai 95 kasus, Mei 73 kasus, dan Juni turun lagi menjadi 71 kasus.

Dia mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan daerah lain di luar NTT, kasus pencurian menjadi kasus tertinggi selama masa pandemi COVID-19, karena banyak orang yang dikeluarkan dari perusahaannya.

"Sementara di NTT sendiri mengalami penurunan, karena memang jika ada yang dikeluarkan dari tempat kerjanya dampak dari COVID-19 masyarakat bisa mengolah lahan untuk mendapatkan makanan tanpa harus melakukan tindak kriminal," ujar dia pula.

Selain kasus pencurian, kasus kriminal lainnya seperti penganiayaan di NTT selama tiga bulan terakhir juga cenderung stabil saja, karena di bulan April sebanyak 119 kasus, Mei 100 kasus, dan pada Juni hanya mengalami kenaikan sebesar 132 kasus.

Selain itu, kasus kekerasan dalam rumah tangga, ujar dia lagi, juga cenderung stabil karena dalam tiga bulan terakhir seperti pada bulan April 27 kasus, Mei 29 kasus, dan Juni 29 kasus.

Selain itu, untuk kasus pencurian kendaraan bermotor, pada bulan April mencapai 20 kasus, Mei enam kasus, dan pada Juni mengalami kenaikan tak terlalu signifikan menjadi sembilan kasus.

"Penurunan kasus pencurian kendaraan bermotor ini, karena polisi dalam beberapa bulan terakhir memang menangkap sejumlah pelaku spesialis pencuri kendaraan bermotor, baik itu oleh polresta ataupun oleh Polda NTT," ujar dia lagi.

Menurut dia, berbagai kasus kriminal yang terjadi di NTT ini diakibatkan banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan berujung pada frustrasi serta mulai berbuat hal-hal yang melanggar hukum, seperti menipu, mencuri, merampok, dan tindakan kriminal lainnya.

Kasus kriminal seperti ini, ujar dia, tidak hanya terjadi di NTT, tetapi juga pada hampir seluruh wilayah Indonesia, bahkan dunia. Namun, ia juga mengatakan bahwa saat ini sudah banyak program pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak oleh COVID-19 ini.

Baca juga: Wakapolda imbau peserta pilkada di NTT kedepankan tindakan positif

Ia berharap berbagai program ini mampu mencegah meningkatnya kasus kriminal di NTT khususnya, dan di seluruh wilayah Indonesia ini.

Warga pun diimbau untuk melaporkan ke pihak berwajib jika memang menjadi korban dalam berbagai kasus yang berkaitan dengan kriminalitas, sehingga para pelakunya bisa diproses secara hukum untuk memberikan efek jera.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar