Logo Header Antaranews Kupang

60 Pebalap Bersaing di Etape Akhir TdF

Rabu, 19 Juli 2017 11:50 WIB
Image Print
Para pebalap akan bersaing ketat pada etape keenam lomba balap sepeda jalan raya internasional Tour de Flores 2017 yang merupakan etape terakhir Ruteng-Labuan Bajo sepanjang 120,2 kilometer. (Foto ANTARA)
Sebanyak 60 pebalap, Rabu pagi, memulai persaingan pada etape terakhir atau etape keenam lomba balap sepeda jalan raya internasional Tour de Flores (TdF) 2017.

Ruteng, Flores (Antara NTT) - Sebanyak 60 pebalap, Rabu pagi, memulai persaingan pada etape terakhir atau etape keenam lomba balap sepeda jalan raya internasional Tour de Flores (TdF) 2017.

Etape enam dari Ruteng (Kabupaten Manggarai) ke Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat) yang berada di bagian barat Pulau Flores, NTT, menempuh jarak 120,2 kilometer.

Start dilakukan di depan Kantor Bupati Manggarai di Ruteng, disaksikan ribuan masyarakat dan para pejabat di kota beriklim sejuk tersebut.

Bupati Manggarai Deno Kamelus melepas para pebalap yang akan menjelajahi lintasan penuh tanjakan dan tikungan tersebut.

Udara sejuk pegunungan dan juga panorama indah itu khas Flores juga mewarnai lintasan yang dilalui para pebalap.

Bupati Manggarai Deno mengharapkan para peserta Tour de Flores yang datang dari berbagai negara itu dapat lebih mengenal Kabupaten Manggarai dengan segala kekayaan budaya dan pesona alamnya.

Lima pebalap berada di posisi depan dalam start di Ruteng, masing-masing pemimpin klasemen Thomas Lebas (Prancis) yang memakai rompi kuning, kemudian raja sprinter Choe Hyeoungmin (Korsel), raja tanjakan Edgar Nieto (Spanyol), serta dua balap Indonesia yang memimpin untuk kategori Asia Tenggara dan Indonesia, yakni Imam Arifin dan Jamal Hibatulah.

Disambut gubernur
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya akan menyambut para pebalap sepeda internasional Tour de Flores (TdF) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

"Hari ini, saya berangkat ke Labuan Bajo untuk menyambut peserta Tour de Flores," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu, usai melepas kontingen Kempo NTT ke Kejuaraan Dunia di Amerika Serikat.

Para peserta Tdf 2017 yang bertolak dari Larantuka, Flores Timur pada 14 Juli 2017 itu dijadwalkan akan tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Rabu (19/7) siang ini.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Welly Rohimone yang dihubungi terpisah mengatakan, rombongan sudah bertolak dari Manggarai menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Para pebelap sepeda itu diperkirakan akan tiba di Labuan Bajo pada sekitar pukul 13-14 Wita. Di Labuan Bajo, panitia akan mengumumkan juara TdF 2017, sekaligus menyerahkan hadiah kepada sang juara.

Berguguran
Rohimone menambahkan, para peserta TdF yang masuk final di Labuan Bajo kemungkinan tinggal sekitar 60 peserta dari lebih dari 100 peserta TdF 2017 karena banyak diantara mereka yang tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

"Peserta memang berkurang. Banyak yang tidak melanjutkan perjalanan karena rute perjalanan mulai dari Larantuka, Flores Timur cukup menantang," katanya.

Menurut dia, TdF tahun ini lebih menantang dari tahun 2016 lalu, karena daerah yang disinggahi dan jarak tempuh bertambah dengan medan yang cukup ganas.

Jarak tempuh balap sepeda internasional TdF 2017 ini telah mengalami penambahan dari sebelumnya sepanjang 661,5 kilometer menjadi 808 kilometer karena adanya rute baru yakni Aegela-Mbay di Kabupaten Ngada.

"Tentu semakin jauh jarak tempuh ini akan memacu kemampuan usaha masing-masing pebalap untuk menaklukkan setiap etapenya," katanya.

Dia mengatakan, para peserta yang menuju finis di Labuan Bajo saat ini umumnya berasal dari luar negeri seperti Amerika Serikat dan Australia.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026