14 daerah di NTT berisiko menghadapi kekeringan

id kekeringan ntt,cuaca ntt,dampak kekeringan

14 daerah di NTT berisiko menghadapi kekeringan

Arsip Foto. Embung Kiubiblian di Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, airnya menyusut saat musim kemarau. Sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur berisiko menghadapi kekeringan selama musim kemarau. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Yang paling pertama masuk hujan itu di Manggarai. Itu pun Oktober, jadi kalau sekarang hujan itu hujan kecil saja
Kupang (ANTARA) - Empat belas daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur berisiko menghadapi kekeringan menurut pejabat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kupang.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kupang Fera Adrianita sebagaimana dikutip dalam keterangan pers yang diterima di Kupang, Minggu, mengatakan bahwa 14 daerah tersebut diprakirakan terlambat memasuki musim hujan karena sudah 60 hari lebih tidak mengalami hujan ringan.

Daerah-daerah yang berisiko menghadapi kekeringan meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka Lembata, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote, Tmor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu.

"Itu yang sudah statusnya awas, dan peluang ke depannya curah hujannya juga rendah. Jadi kita memberikan peringatan dini kekeringan meteorologis," kata Fera.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur musim hujan diprakirakan bermula November dan Desember 2020.
Baca juga: BMKG Kupang imbau warga waspadai puting beliung di masa pancaroba

Baca juga: BMKG perkirakan awal musim hujan 2020/2021 di NTT akhir Oktober


"Yang paling pertama masuk hujan itu di Manggarai. Itu pun Oktober, jadi kalau sekarang hujan itu hujan kecil saja," kata Fera.
 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar