PDIP Alor laporkan dugaan pemalsuan tanda tangan

id Kapolres, ALor, PDIP,NTT

PDIP Alor laporkan dugaan pemalsuan tanda tangan

Sekretaris DPC PDIP Alor Daud Pong saat melaporkan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan di Polres Alor. Antara/Ho

Tetapi di dalam laporan itu tidak disebutkan siapa yang dilaporkan atau siapa yang memalsukan tanda tangan tersebut,
Kupang (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang PDI-Perjuangan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan untuk melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Fraksi PDIP Walter M.M Datemoli.

Kapolres Alor AKBP Agustinus Chrismas Try Suryanto dihubungi ANTARA dari Kupang, Kamis (12/11) mengatakan bahwa laporan tersebut tercatat dengan Nomor: STPL/276/XI/2020/NTT/POLRES ALOR.

"Tetapi di dalam laporan itu tidak disebutkan siapa yang dilaporkan atau siapa yang memalsukan tanda tangan tersebut," katanya.

Kapolres Alor mengaku bahwa saat ini pihaknya sedang mendalami laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan terhadap siapa yang melakukan pemalsuan tanda tangan milik Sekretaris DPC PDIP Alor Daud Pong.

Baca juga: Alor luncurkan buku sejarah peringati Hari Pahlawan
Baca juga: Pelabuhan penyebarangan di Kalabahi, Alor jadi proyek percontohan


Agustinus juga menambahkan bahwa pelapor Daud Pong juga hingga kini belum memberikan keterangan untuk berita acaranya. Hanya baru membuat laporan polisi saja.

"Untuk selanjutnya kita masih menunggu keterangan dari pelapor untuk membuat berita acaranya barulah ketahap berikut," tambahnya.

Sebelumnya pada Rabu (11/11) kemarin Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI-Perjuangan Kabupaten Alor, NTT, Daud Pong melapor ke polisi terkait dugaan surat palsu yang mengatasnamakan partai melakukan PAW Anggota DPRD Fraksi PDIP, Walter M.M Datemoli.

Surat DPC yang diduga palsu tersebut bernomor: 1106.IN/DPC. ALOR/XI/2020, Perihal: PAW Saudara Walter M.M. Datemoli, tersebut dikirim kepada Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada tanggal 05 November 2020.Surat tersebut menurutnya diduga ada oknum yang memalsukan dengan cara menjiplak atau scan tanda tangannya dan diduga palsu.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPD PDIP NTT Emilia Nomleni mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan DPP karena memang surat tersebut sudah dikirim ke Jakarta.

"Terkait laporan itu dilakukan oleh DPC. Kami juga menghormati proses-proses yang ada di DPC, walaupun nanti kami bisa menyelesaikan dengan teman-teman, tetapi kami masih berkoordinasi dengan DPP, karena kami juga diminta untuk klarifikasi-klarifikasi," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar