Polisi selidiki penyebab kebakaran gudang mebel di Kupang

id Polisi, NTT, kebakarn,kebakaran kupang

Polisi selidiki penyebab kebakaran gudang mebel di Kupang

Petugas pemadam kebakaran bersama warga berusaha memadamkan api yang membakar gudang mebel di Kota Kupang, NTT, Sabtu (21/11/2020). Kebakaran yang terjadi di gudang mebel itu belum diketahui penyebabnya dan tak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.(ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pengumpulan materi, nanti baru akan kami informasikan lebih lanjut
Kupang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kupang Kota, NTT masih melakukan penyelidikan terhadap kasus terbakarnya gudang Avia Mebel Jaya yang kembali terbakar pada Sabtu (21/11) dini hari.

Kapolsek Alak Polres Kupang Kota AKP Tatang kepada ANTARA, Sabtu pada saat ditemui di lokasi kejadian saat memantau langsung proses pemadaman gudang itu mengatakan bahwa hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab terbakarnya gudang mebel itu.

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pengumpulan materi, nanti baru akan kami informasikan lebih lanjut," katanya.

Ia mengatakan bahwa tak ada korban jiwa dalam kasus terbakarnya gudang mebel tersebut yang pada tahun 2017 di bulan yang sama sempat mengalami kebakaran.

Tatang mengaku bahwa dirinya mengetahui bahwa gudang tersebut terbakar dari anggotanya. Iapun langsung menelpon pihak pemadam kebakaran untuk memadamkan api serta PLN untuk memutuskan aliran listrik karena berbahaya.

Proses pemadaman juga berlangsung cukup lama mulai dari pukul 06.00 wita hingga pukul 09.30 wita, dikarenakan lokasi pengambilan air sangat jauh.

Tatang menambahkan keterangan dari pemilik gudang itu juga belum dilakukan, karena pemiliknya masih shock dengan kembali terbakarnya gudang itu.

Sementara itu pemilik dari Avia Mebel Jaya Endy Suryadi ditemui terpisah mengaku bahwa belum bisa menghitung kerugian akibat gudang mebel yang terbakar itu.

"Ini ketiga kalinya terbakar. Tahun 2017 lalu di depan gudang yang ini, kemudian sempat terbakar juga sebelum tahun 2017," tambah dia.

Ia mengatakan bahwa api bersumber dari tempat penyimpanan spon untuk membuat tempat tidur. Dari situlah api menjalar dengan cepat dan menghanguskan semua lemari, sofa, tempat tidur dan peralatan lainnya.

Baca juga: Showroom mobil dan motor di Kupang terbakar disertai ledakan

Baca juga: Polisi sebut kebakaran di RSUD Nagekeo diduga akibat hubungan arus pendek


Endy mengaku sempat mengevakuasi seluruh keluarganya saat mengetahui gudang tersebut terbakar, karena memang gudang itu berdampingan dengan rumah miliknya.

Iapun mengaku bahwa tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena memang tak ada pegawai yang masuk atau berjaga di pagi hari.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar