Warga Lembata ramai-ramai tangkap ikan hidup di pesisir

id Leweleba, NTT, pesisir pantai,ikan hidup

Warga Lembata ramai-ramai tangkap ikan hidup di pesisir

Warga bersamai-ramai menangkap ikan hidup yang melompat ke pesisir pantai di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT Kamis (3/12/2020) malam. Fenomena ikan hidup naik ke pesisir pantai ini membuat warga di kota itu beramai-ramai untuk mendapatannya. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Bersyukur karena saat ini untuk mendapatkan ikan sangat sulit sekali. Jika ada nelayan-nelayan yang mendapatkan ikan yang banyak langsung diborong oleh pemerintah untuk diberikan kepada pengungsi
Lewoleba (ANTARA) - Ratusan warga di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur, beramai-ramai memadati pesisir Pelabuhan Lewoleba untuk menangkap ikan-ikan hidup yang melompat ke daratan di pantai itu.

Pantauan ANTARA Kamis, (3/12) malam, di pelabuhan Lewoleba, fenomena ikan hidup naik ke daratan itu menjadi tontonan menarik bagi warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Selain itu juga warga dan anak-anak serta orang dewasa lainnya juga beramai-ramai turun ke pesisir pantai untuk menangkap ikan itu, menggunakan gayung, ember, serta karung dan pukat.

Jefry seorang warga Lewoleba yang ditemui di ketika sedang menangkap ikan hidup di pesisir pantai Lewoleba, Kamis malam, mengatakan bahwa dirinya sudah berada di pesisir pantai itu sejak pukul 20.00 Wita.

"Saya sudah berada di sini sejak pukul 20.00 wita, sudah dua karung ukuran 30 kilogram yang saya dapat bersama anak dan istri," kata Jefry.

Ikan yang menurut warga setempat disebut dengan sebutan ikan Tembang Minyak atau Temi itu akan ia masak dan akan disumbangkan untuk para pengungsi erupsi gunung api Ile Lewotolok di pos-pos pengungsian di Lewoleba.

Sisanya juga akan ia simpan untuk kebutuhan sehari-hari mengingat saat musim barat seperti saat ini, nelayan-nelayan sulit untuk mendapatkan ikan.

"Bersyukur karena saat ini untuk mendapatkan ikan sangat sulit sekali. Jika ada nelayan-nelayan yang mendapatkan ikan yang banyak langsung diborong oleh pemerintah untuk diberikan kepada pengungsi," ujar dia.

Baca juga: Aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok masih berlangsung

Baca juga: Lembata kekurangan alat tes cepat bagi pengungsi ili lewotolok


Sementara itu Ismail, seorang warga juga yang ditemui di pesisir pantai itu ketika menangkap ikan mengatakan bahwa sebenarnya fenomena ini baru kembali terjadi sejak 20 tahun terakhir.

"Kejadian ini baru terjadi kembali. Sekitar 20 tahun yang lalu juga sempat ada kejadian seperti ini. Benar tadi kata teman saya, ikan di Lewoleba saat ini memang sangat sulit didapat. Dengan adanya kejadian ini kami bisa dapat ikan banyak dan gratis," tutur Ismail.
 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar