PLN Penuhi Fasilitas Listrik di "Kampung Jokowi"

id PLN

"Kampung Jokowi" di Desa Silawan, Kabuoaten Belu, NTT yang berbatasan langsung dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste.

PLN Wilayah Atambua berjanji akan segera memenuhi fasilitas listrik bagi 90 unit rumah di "Kampung Jokowi" yang belum terpasang, jika pihak pengemban telah melunasi pembayarannya ke PLN.
Kupang (Antara NTT) - Kepala PLN Atambua di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Wayan berjanji akan segera memenuhi fasilitas listrik bagi 90 unit rumah di "Kampung Jokowi" yang belum terpasang, jika pihak pengemban telah melunasi pembayarannya ke PLN.

"Belum terpasangnya fasilitas listrik pada 90 dari 100 rumah di "Kampung Jokowi" di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu karena pihak pengemban belum membayar biaya pemasangan ke PLN," kata Wayan ketika dihubungi Antara dari Kupang, Sabtu.

Umumnya para penghuni "Kampung Jokowi" di wilayah yang berbatasan dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste itu adalah petani miskin, porter di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain serta pekerja serabutan lainnya.

Wayan mengingatkan warga setempat agar tidak melakukan penyambungan arus listrik dengan sesuka hati, karena sangat berisiko memicu terjadinya kebakaran.

Kepala Desa Silawan Ferdinandus Bili Mones mengatakan telah meminta pemerintah untuk segera menuntaskan fasilitas listrik di "Kampung Jokowi" yang dibangun Kementerian PUPR tersebut.

Dia menambahkan sejak wilayah perkampungan tersebut dihuni pada Mei 2017, baru 10 unit rumah yang terlayani fasilitas listrik negara dari PLN.

Untuk mengatasi kegelapan dan kebutuhan lainnya, warga perkampungan tersebut sepakat untuk saling membagi aliran listrik agar semua rumah yang ada bisa bersinar di malam hari.

Namun, langkah yang diambil para penghuni tersebut justru melanggar aturan serta sangat berisiko memicu terjadinya kebakaran.

Guna mengatasi situasi yang ada, Ferdinandus mengharapkan PLN Atambua untuk segera memasang jaringan listrik pada 90 unit rumah sisanya, agar semua warga bisa menikmati penerangan dengan baik. "Ini harapan kami, dan kami memohon PLN agar segera memenuhinya," demikian Ferdinandus Bili Mones.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar