Ektabilitas Fransiskus Sarong Lebih Tinggi

id Frans sarong

Fransiskus Sarong, salah satu kandidat Bupati Manggarai Timur periode 2018-2023 memiliki ektabilitas paling tinggi sekitar 57,5 persen berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indo Barometer. (Foto Istimewa)

Hasil survei yang dilakukan Indo Barometer terhadap para kandidat Bupati Manggarai Timur menunjukkan bahwa ekstabilitas Fransiskus Sarong jauh lebih tinggi dari para kadindat lainnya.
Kupang (Antara NTT) - Hasil survei yang dilakukan Indo Barometer terhadap para kandidat Bupati Manggarai Timur di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur menunjukkan bahwa ekstabilitas Fransiskus Sarong jauh lebih tinggi dari para kadindat lainnya.

"Berdasarkan hasil survei kami (Indo Barometer) dalam kurun waktu dua bulan terakhir menunjukkan bahwa ektabilitas mantan wartawan Kompas itu mencapai sekitar 57,5 persen, jauh dari para kandidat lainnya," kata peneliti dari Indo Barometer Pratomo kepada Antara di Kupang, Senin.

Ia mengatakan survei yang dilakukan terhadap ektabilitas para kandidat Bupati Manggarai Timur di Pulau Flores itu merupakan survei perdana yang dilakukan oleh Indo Barometer.

Lembaga survei yang berbasis di Jakarta itu melakukan pengumpulan data selama dua pekan dari 25 Agustus sampai 2 September 2017 dengan melibatkan sekitar 400 responden dengan margin of error sekitar 4,9 persen.

Sementara penarikan sampel menggunakan metode multistage random dengan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara tatap muka responden yang dipandu kuisioner.

Survei juga menyebut tingkat pengenalan masyarakat terhadap Fransiskus Sarong di Manggarai Timur mencapai 75,7 persen. Dari sisi ini, Fransiskus Sarong kalah bersaing dengan Agas Andreas yang tingkat pengenalannya mencapai 97 persen.

"Namun tingkat kesukaan masyarakat pemilih terhadap Fransiskus Sarong justru melonjak menyentuh angka 98 persen," kata Pratomo menambahkan.

Bakal calon Bupati Manggarai Timur Fransiskus Sarong yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku baru mengetahuinya dari sebatas kabar lepas. "Saya masih menunggu laporan resmi dari Indo Barometer," katanya.

Namun begitu kalau memang demikian hasilnya, itu adalah hasil kerja keras tim SarNas, simbol politik pasangan Fransiskus Sarong - Nahas Yohanes, bersama para pendukungnya menerobos medan berat Manggarai Timur melakukan sosialisasi selama kurang lebih dua tahun ini kepada masyarakat.

Mantan Kepala Biro Kompas wilayah Bali, NTB dan NTT periode 2003 - 2013 itu mengatakan, akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat Manggarai Timur untuk menjaring aspirasi sebagai bahan perjuangan ke depan.

"Masih ada banyak soal yang butuh energi cukup untuk menuntaskannya. Dan untuk itu kami siap melaksanakannya," kata suami dari Yustina Lema Sarong itu.

Perbaikan infrastruktur, kata Fransiskus, menjadi hal prioritas yang harus dilakukan, selain kebutuhan dasar masyarakat lainnya seperti pendidikan, kesehatan, air bersih dan listrik. "Semua itu sudah dirancang dalam visi, misi dan program kerja pasangan kami," katanya.

Manggarai Timur adalah salah satu daerah dari 10 kabupaten yang akan melaksanakan pilkada serentak pada 2018 di Provinsi NTT bersama Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Rote Ndao, Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Timur, Nagekeo, Ende, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Alor.

Pada 2018, selain pelaksanaan Pilkada serentak di 10 kabupaten tersebut, juga berlangsung pemilu Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.

Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar