Rupiah melemah seiring naiknya imbal hasil obligasi AS

id Rupiah,Dolar,Kurs

Rupiah melemah seiring  naiknya imbal hasil obligasi AS

Ilustrasi - Rupiah melemah terhadap dolar AS. ANTARA/Yudhi Mahatma/pri. (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Investor akan memantau update terkait rencana infrastruktur Presiden Joe Biden, yang dapat menelan biaya 3 triliun dolar AS
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah seiring kembali naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Pada pukul 10.00 WIB, rupiah melemah 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.470 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.445 per dolar AS.

"Investor akan memantau update terkait rencana infrastruktur Presiden Joe Biden, yang dapat menelan biaya 3 triliun dolar AS," tulis Tim Riset Mega Capital Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, (30/3).

Presiden AS Joe Biden berencana menganggarkan 3 triliun dolar AS untuk paket pemulihan ekonomi dengan fokus pembangunan infrastruktur, memerangi perubahan iklim dan menurunkan kesenjangan ekonomi.

Biden diharapkan akan mengungkap rencananya ketika melakukan perjalanan ke Pittsburgh pada Rabu (31/3).

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 1,71 persen yang dipicu oleh kekhawatiran tentang kemungkinan pertumbuhan inflasi di tengah pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Namun, rilis data pada Jumat (26/3) menunjukkan inflasi Februari masih terkendali. Data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti terkendali di 0,1 persen (mom) dan 1,4 persen (yoy).

Baca juga: IHSG diprediksi berlanjut terkoreksi seiring dengan pelemahan rupiah

Baca juga: BI terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari tekanan global


Pada Senin (26/3) lalu, rupiah ditutup melemah 28 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp14.445 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.418 per dolar AS.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar