Luhut Nilai Pembangunan Bendungan Raknamo Sangat Cepat

id Raknamo

Luhut Nilai Pembangunan Bendungan Raknamo Sangat Cepat

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pendjaitan, Selasa (31/10) meninjau progres pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menurut rencana akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Desember 2017.(Foto

"Mereka sangat cepat membangun dan buktinya saat ini sudah mau selesai," kata Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
Kupang (Antara NTT) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi progres pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur yang lebih cepat 15 bulan dengan kemajuan saat ini mencapai 98 persen.

"Mereka sangat cepat membangun dan buktinya saat ini sudah mau selesai," katanya kepada wartawan di Kupang, Selasa, usai meninjau perkembangan Bendungan Raknamo yang dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2017.

Kunjungan Luhut ke bendungan tersebut didampingi oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya setelah sebelumnya memantau pabrik Garam di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang yang dikelola oleh PT Garam Indonesia.

Luhut melukiskan pembangunan Bendungan Raknamo sangat luar biasa. "Luar biasa pembangunannya. Per hari ini proses pembangunannya sudah mencapai 98 persen, dan tinggal diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada Desember mendatang," katanya.

"Saya akan segera melaporkan perkembangan pembangunan Bendungan Raknamo tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Ini sangat luar biasa," katanya menambahkan.

Sesuai perencanaan pembangunan, bendungan yang dibangun di atas areal seluas 246 hektare tersebut seharusnya baru selesai dikerjakan pada 2018. Namun, hingga menjelang peresmiannya pada Desember 2017, progres pembangunannya hanya tinggal dua persen.

Sementara itu, Kepala Balai Sungai Wilayah NTT Agus Sosiawan mengatakan hingga saat ini, baru tiga bendungan di Nusa Tenggara Timur yang sudah dibangun, yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu dan Bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka.

Untuk progres pembangunan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, sampai saat ini sudah mencapai 90 persen. Kemudian Bendungan Raknamo 98 persen dan Napunggete di Kabupaten Sikka, Pulau Flores baru mencapai sekitar 25 persen.

Presiden Joko Widodo menjanjikan akan membangun tujuh buah bendungan raksasa di Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat serta hewan dan sektor pertanian di daerah ini ketika memasuki musim kemarau.

Selain tiga bendungan yang ada, pemerintah juga akan membangun Bendungan Lambo di Kabupaten Nagekeo, Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan serta Bendungan Kolhua di Kota Kupang.

"Pada 2018 mendatang, kami akan bangun lagi satu bendungan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, yakni di Temef untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dihadapi masyarakat sekitarnya, selain hewan dan sektor pertanian," katanya.

Ia menambahkan pada akhir tahun ini, sudah ada teken kontrak dengan pemerintah untuk pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar