Pemkot Kupang berikan perlindungan sosial bagi pegawai non-ASN

id NTT,BPJAMSOSTEK NTT,Kota kupang

Pemkot Kupang berikan perlindungan sosial bagi pegawai non-ASN

Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore (kiri) menyaksikan penandatanganan kerjasama Pemerintah Kota Kupang diwakili Sekda Kota Kupang, Fahrensy P Funay (kedua dari Kiri) dengan Kepala BPJAMSOSTEK NTT, Armada Kaban (ketiga dari kanan) terkait perlindungan sosial BPJAMSOSTEK bagi pegawai Non ASN di Kota Kupang, Rabu (5/5). ANTARA/ Benny Jahang

Apabila DPRD memberikan dukungan alokasi anggaran maka para guru-guru komite juga mendapat perlindungan sosial ketenagakerjaan
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengeluarkan kebijakan untuk melindungi 2.300 orang pegawai non aparatur sipil negara (ASN) melalui program perlindungan sosial ketenagakerjaan yang dilaksanakan Badan Penyelengara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

"Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk memberikan berbagai perlindungan sosial bagi pegawai non-ASN di Kota Kupang, agar pegawai bisa bekerja dengan aman selama melaksanakan tugas," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama antar Pemerintah Kota Kupang dengan BPJAMSOSTEK NTT tentang perlindungan sosial bagi tenaga kerja non-ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang di Kupang, Rabu, (5/5).

Menurut Jefri, pemerintah Kota Kupang merasa penting memberikan perlindungan sosial BPJAMSOSTEK bagi pegawai agar terlindungi saat menjalankan tugas.

Ia mengatakan, pemerintah Kota Kupang segera mendiskusikan dengan DPRD Kota Kupang agar tetap mengalokasikan anggaran untuk iuran BPJAMSOSTEK bagi para guru-guru komite diberbagai lembaga pendidikan SD-SMP di Kota Kupang yang belum masuk sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

"Apabila DPRD memberikan dukungan alokasi anggaran maka para guru-guru komite juga mendapat perlindungan BPJAMSOSTEK. Kami melihat dana untuk iuran sangat kecil namun memiliki manfaat yang besar bagi peserta,"tegasnya.

Sementara itu Kepala BPJAMSOSTEK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Armada Kaban pada kesempatan itu mengatakan, ada dua manfaat yang didapat para peserta dalam program BPJAMSOSTEK yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Ia mengatakan, program Jaminan Kematian yang semula hanya Rp24 juta naik menjadi Rp42 juta terdiri dari santunan kematian dari Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta, santunan berkala dari Rp4,8 juta naik menjadi Rp12 juta dan biaya pemakaman dari Rp3 juta menjadi Rp10 juta.

Ia juga mengatakan, terhadap peserta yang mengalami kecelakaan kerja, pemerintah memberikan perlindungan terhadap ahli waris berupa pemberian beasiswa untuk dua orang anak dari semula hanya Rp12 juta naik menjadi Rp174 juta.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan santunan meninggal dunia kepada empat orang ahli waris dari pegawai lingkup Pemerintah Kota Kupang yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas di daerah itu.

Baca juga: Pemkot Kupang perpanjang PPKM cegah penyebaran Corona

Baca juga: Relokasi korban bencana Seroja di Kota Kupang dalam satu lokasi
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar