PLN Lanjutkan Program Penguatan Sistem Flores

Pewarta : id PLN

Kupang (Antara NTT) - General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur Christyono mengatakan, pihaknya tetap melanjutkan pembangunan pembangkit baru yang telah dirintis sebagai bagian dari strategi bisnis PLN untuk penguatan keandalan sistem Flores untuk mendukung pariwisata.

"Penguatan dilakukan dengan membangun pembangkit, transmisi dan gardu induk sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN NTT tahun 2016-2025," katanya di Kupang, Jumat, terkait pembangunan pembangkit diesel tersebar di daerah isolated.

Menurut dia, umumnya pembangunan pembangkit baru di antaranya, bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi melalui optimalisasi listrik perdesaan, pulau terluar atau terdepan, lokasi prioritas dan daerah perbatasan dan kepulauan yang belum berlistrik.

Misalnya, pembangunan pembangkit baru kapasitas 20 MW ini akan memperkuat sistem Labuan Bajo, sebagai bentuk kesiapan PT PLN mendukung pembangunan di Kabupaten Manggarai Barat, dalam hal kecukupan listrik, terutama mendukung program pariwisatanya.

Saat ini sistem Labuan Bajo memiliki daya mampu (DM) total sebesar 7.740 kilowatt (kW), baik dari pembangkit milik PLN maupun sewa.

Dengan daya mampu sebesar itu, pemakaian pada siang hari sebesar 4.420 kW atau masih tersedia cadangan sebesar 3.320 kW. Dan pada malam hari sebesar 6.340 kW atau masih ada cadangan sebesar 1.400 kW.

Selain melayani kebutuhan listrik di Kabupaten Manggarai Barat wilayah daratan pulau Flores, PLN Rayon Labuan Bajo juga melayani kebutuhan listrik di sejumlah pula.

Untuk sistem kelistrikan Sub Rayon Komodo tersedia daya mampu sebesar 80 kw dengan pemakaian Beban Puncak malam hari sebesar 75 kW atau masih ada cadangan sebesar 5 kW.

Sistem kelistrikan Sub Rayon Rinca, tersedia daya sebesar 80 kW, namun pemakaian atau beban puncak pada malam sebesar 16 kW, atau masih ada cadangan sebesar 64 kW.

Pada Oktober 2017 ada tiga dari enam proyek listrik di Nusa Tenggara yang peresmiannya dilakukan serentak oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu pembangunan proyek PLTMG Kupang Peaker dengan kapasitas 40 MW di Kabupaten Kupang, PLTMG Maumere, Kabupaten Sikka dengan kapasitas 40 MW serta PLTMG di Labuan Bajo dengan kapasitas 40 MW.

Pembangunan tiga proyek di Nusa Tenggara Timur itu, menurut Christyono, menelan anggaran sebesar Rp900 miliar.

Menurut dia, proyek pembangunan PLTMG Kupang Peaker dikerjakan selama 15 bulan sehingga akhir tahun 2018 listrik PLTMG yang sangat murah dan pembangunannya tidak membutuhkan waktu yang lama diharapkan sudah mulai beroperasi untuk kebutuhan listrik masyarakat di pulau tahun 2018.
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar