Pemkab gandeng TNI/Polri bangun rumah darurat korban Seroja

id NTT, badai seroja

Pemkab gandeng TNI/Polri bangun rumah darurat korban Seroja

Bupati Kupang Korinus Masneno. (ANTARA/Benny Jahang)

Bantuan terpal tidak terlalu efektif karena warga tidur di tanah dalam waktu lama sehingga bisa menyebabkan sakit
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menggandeng TNI/Polri untuk membangun rumah darurat bagi warga terdampak badai Siklon Tropis Seroja yang rumahnya rusak berat.

"Pemerintah Kabupaten Kupang tidak menghendaki para korban bencana alam yang rumahnya rusak berat tinggal di rumah keluarga dalam waktu lama guna menghindari adanya persoalan sosial selama tinggal bersama dengan keluarga lainnya," kata Bupati Kupang Korinus Masneno di Oelamasi, Rabu, (12/5).

Pemerintah Kabupaten Kupang bersama TNI /Polri sedang membangun 40 rumah darurat ukuran 3 X 7 meter untuk korban terdampak badai itu di Naibonat.

Ia menjelaskan pemkab menyiapkan bahan bangunan, seperti seng dan kayu, untuk kepentingan pembangunan rumah darurat itu.

"Bantuan terpal tidak terlalu efektif karena nanti warga tidur di tanah dalam waktu lama sehingga bisa menyebabkan sakit, kami ingin warga tinggal sementara di tempat yang baik," katanya.
Bupati Kupang Korinus Masneno (ketiga dari kiri) menerima secara simbolis bantuan bahan bangunan untuk korban badai Siklon Seroja, Selasa (11/5/2021). (ANTARA/Benny Jahang)
Rumah darurat yang dibangun pihak TNI/Polri itu merupakan rumah beratap seng terdiri atas dua kamar tidur.

Baca juga: Puluhan unit alat tangkap nelayan Kupang belum dievakuasi

"Seng yang digunakan itu berasal dari bantuan para donatur seperti Bank NTT serta beberapa pihak yang memberikan bantuan bahan bangunan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang," katanya.

Baca juga: Bupati Kupang: Dana tunggu hunian korban bencana Seroja masih di BNPB

Ia mengatakan rumah darurat yang sedang dalam proses pembangunan oleh aparat TNI/Polri di Kabupaten Kupang itu dibangun di lahan para korban bencana alam tersebut.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar