DKP NTT Tambah Alokasi 300 Gill Net

Pewarta : id DKP

Ganef Wurgiyanto

Kupang (Antara NTT) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur menambah alokasi alat tangkap ramah lingkungan sebanyak 300 buah gill net untuk mendukung aktivitas melaut bagi para nelayan di provinsi ini.

"Tambahan alat tangkap yang ramah lingkungan ini sudah kami usulkan untuk diadakan melalui rencana APBD provinsi tahun 2018 mendatang," kata Kepala DKP Provinsi NTT Ganef Wurgiyanto saat dihubungi Antara di Kupang, Selasa.

Menurut Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu, bantuan alat tangkap itu diadakan untuk mendukung peningkatan hasil tangkapan nelayan di provinsi setempat.

Mengingat hingga saat ini pemanfaatan potensi hasil laut di provinsi dengan luas wilayah laut mencapai 200.000 kilometer persegi baru mencapai 40 persen dari potensi yang ada.

Selain itu, menurut Ganef, alokasi bantuan itu merupakan bagian dari pendekatan untuk mengurangi praktek penangkapan ikan secara ilegal di provinsi dengan luas wilayah mencapai 200.000 kilometer persegi itu.

Untuk itu, lanjutnya, prioritas bantuan juga disalurkan untuk para nelayan yang berada di desa-desa yang ada di pelosok pulau yang rawan adanya praktik ilegal fishing seperti di Pulau Flores dan Pulau Sumba.

"Bantuan seperti ini tentu membuat semakin banyak nelayan di NTT dapat mengakses peralatan tangkap ramah lingkungan sehingga praktik `ilegal fishing` terus berkurang dari waktu ke waktu," katanya.

Lebih lanjut, Ganef mengakui, jumlah bantuan alat tangkap yang disalurkan memang masih terbatas karena disesuaikan dengan kondisi anggaran, namun pemerintah akan terus menyalurkan setiap tahun sehingga nantinya bisa memadai secara keseluruhan.

"Memang permintaan bantuan yang masuk ke kami sangat banyak dan saat ini mencapai lebih dari 500 proposal yang teridentifikasi dan terverifikasi DKP, namun penyaluran dilakukan secara bertahap setiap tahun," katanya.

Adapun bantuan alat tangkap gill net itu dialokasikan sepajet dengan perahu ketinting dan kapal 3 gross tonnage serta peralatan navigasi berupa GPS (Global Positioning System).
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar