
Polda NTT Siapkan Sniper di Hari Natal

"Untuk pengamanan Natal kami sudah siap, sudah dibentuk 65 PosPam yang menyebar di daerah yang disertai pula dengan perlengkapan pengamanan seperti penembak jitu (sniper)," kata Irjen Pol Agung Sabar Santoso.
Kupang (Antara NTT) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur telah membentuk 65 pos pengamanan (PosPam) yang menyebar di 22 kabupaten/kota di provinsi kepulauan ini untuk pengamanan perayaan hari raya Natal pada 25 Desember 2017.
"Untuk pengamanan Natal kami sudah siap, sudah dibentuk 65 PosPam yang menyebar di daerah yang disertai pula dengan perlengkapan pengamanan seperti penembak jitu (sniper)," kata Kapolda NTT Irjen Polisi Agung Sabar Santoso kepada wartawan di Kupang, Kamis.
Mantan Kapolda Sulawesi Tenggara itu menjelaskan tiap pos pengamanan ditempatkan pula sejumlah anggota kepolisian untuk mengamankan arus lalu lintas serta melakukan pengamanan di wilayah sekitarnta.
"Kekuatan yang kami kerahkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru ini sekitar 7.500 personel atau dua per tiga dari keseluruhan jumlah personil kami," kata Jenderal Polisi berbintang dua itu.
Ia mengatakan pengamanan di sejumlah titik-titik lokasi strategis juga seperti bandara dan pelabuhan juga ditingkatkan untuk mencegah adanya premanisme maupun pungutan liar (Pungli).
Selain itu, katanya, dipersiapkan pula para penembak jitu (sniper) yang dilatih untuk memaksimalkan pengamanan perayaan Natal bagi umat nasrani di provinsi "Selaksa Nusa" itu.
"Jadi semua pengamanan sudah kami persiapkan, kami tidak mau perayaan Natal dan Tahun Baru ada gangguan," katanya.
Agung Sabar mengingatkan agar pihak atau oknum lainnya tidak mengganggu perayaan Natal karena ia memastikan akan menindak tegas jika terjadi gangguan. "Jangan coba-coba mengganggu di daerah ini, kami akan tindak tegas," katanya menegaskan.
Untuk itu, ia juga berharap dukungan masyarakat di provinsi itu untuk ikut membantu pengamanan dengan menjaga ketertiban dirinya dan lingkunan di sekitarnya serta memberikan berbagai informasi penting kepada pihak keamanan terdekat.
"Kemudian masyarakat yang akan mudik dan rumahnya ditinggal dalam keadaan kosong agar dikunci rapat dan diinformasikan ke RT/RW dan kepolisian supaya kami bisa patroli dan menjaganya," katanya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
