Pelindo III dukung investasi tebu di Sumba

id Pelindo

Pelindo III mendukung investasi tebu di Sumba Timur, Pulau Sumba, NTT. (Foto ANTARA/Aloysius Lewokeda)

"Berbagai fasilitas pelabuhan yang sementara kami persiapkan itu seperti lapangan penumpukan, gudang, fasilitas bongkar muat general cargo untuk menyambut investasi tebu di Waingapu," kata I Putu Sukadana.
Kupang (Antaranews NTT) - General Manager PT Pelindo III Tenau Kupang I Putu Sukadana mengatakan, pihaknya memperkuat fasilitas pelabuhan petikemas di Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, untuk mendukung investasi perkebunan tebu di daerah itu.

"Berbagai fasilitas pelabuhan yang sementara kami persiapkan itu seperti lapangan penumpukan, gudang, fasilitas bongkar muat general cargo untuk menyambut investasi tebu di Waingapu," kata I Putu Sukadana saat dihubungi Antara di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan sedang mempersiapkan penandatangan nota kerja sama dengan PT Mulia Sumba Manis (MSM) yang sedang membangun perkebunan tebu di Sumba Timur dengan nilai investasi mencapai Rp2,4 triliun.

Pelindo, katanya, siap membantu kegiatanan bongkar muat bahan baku atau hasil investasi tebu di wilayah timur Pulau Sumba itu.

Ia menyebut berbagai persiapan yang dilakukan menyambut kerja sama itu di antaranya dengan menyiapkan lahan penumpukan barang general cargo seluas 2,5 hektare serta gudang seluas satu hektare.

Selain itu, lanjuntya, akan dilakukan pelebaran jalan dari sebelumnya sembilan meter menjadi 12 meter untuk mendukung kelancaran lalu lintas angkutan menuju pelabuhan setempat.

"Kemudian pelabuhannya juga akan kami perkuat lagi agar kapal yang lebih besar bisa sandar, sementara itu kami juga berencana menyediakan peralatan bongkar muat general cargo," katanya.

Sukadana mengatakan arus petikemas di Waingapu sendiri terus tumbuh dan tercatat pada 2017 mencapai 40 persen dengan total petikemas yang dilayani sebanyak 9.771 TEUs, meningkat dibandingkan pada 2016 sebanyak 6.914 TEUs.

Lebih lanjut, ia mengatakan pada prinsipnya Pelindo siap mendukung kegiatan investasi yang masuk terutama dari aspek infrastruktur pelabuhan untuk kelancaran pendistribusian produk-produk investasi.

Tidak hanya di Waingapu namun juga pada sejumlah pelabuhan lainnya di Nusa Tenggara Timur yang dikelola Pelindo III seperti Tenau, Kalabahi, Maumere, Ende.

Menurutnya, arus petikemas yang dilayani di provinsi setempat masih tidak efisien karena didominasi barang-barang yang masuk dari luar daerah, sementara muatan baliknya masih sangat kecil.

"Dalam catatan kami, umumnya arus barang yang keluar dari provinsi ini masih sangat kecil, misalnya dari 100 kontainer yang masuk, yang full keluar hanya 10 kontainer bahkan kurang dari itu," katanya.

Untuk itulah, pihaknya terus mendorong pertumbuhan investasi di daerah setempat yang hasilnya bisa didistribusikan melalui petikemas sehingga bisa memberikan nilai tambah untuk biaya angkutan laut.

"Kami terus mendorong agar berbagai industri pengolahan yang potensial seperti rumput laut, perikanan, hasil pertanian, perkebunan dan sektor usaha lainnya bisa bertumbuh pesar karena dari aspek infrastruktur transportasi sudah mendukung," katanya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar