TNK-Polda NTT kerja sama bangun pos pengamanan

id komodo

Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat, Pulau Flores, NTT. (Foto ANTARA)

Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) bekerja sama dengan Polda Nusa Tenggara Timur membangun dua pos pengamanan di Pulau Padar untuk mengamankan kawasan wisata yang menjadi habitatnya satwa purba komodo itu.
Kupang (Antaranews NTT) - Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) bekerja sama dengan Polda Nusa Tenggara Timur membangun dua pos pengamanan di Pulau Padar untuk mengamankan kawasan wisata yang menjadi habitatnya satwa purba komodo itu.

"Untuk pengamanan di kawasan komodo ini kami melibatkan Polair dari Polda NTT untuk membangun dua pos pengamanan di Padar utara dan selatan," kata Sudiyono saat dihubungi Antara dari Kupang, Jumat.

Ia mengatakan, penandatanan kerja sama pengamanan itu telah dilakukan di Bali pada akhir Desember 2017, dan pembangunan posnya akan direalisasikan dalam tahun ini.

Selain itu, katanya, pihaknya juga telah mendapat informasi dari pihak pos TNI-AL Manggarai Barat yang telah naik status menjadi Lanal berencana akan mendirikan satu pos pengamanan di Pulau Komodo. "Kemudian juga akan mendirikan pos pemantau di sekitar daerah rawan dalam kawasan TNK," katanya.

Sudiyono menjelaskan, pembentukan sejumlah pos itu untuk mengamankan kawasan dari munculnya pelanggaran seperti perburuan liar maupun pelanggaran yang terjadi di perairan sekitar TNK, maupun menjaga keamanan wisatawan yang datang ke daerah setempat.

Menurutnya, role model pengamanan kawasan TNK juga melibatkan pihak swasta yaitu komunitas operator dive yang beroperasi di daerah setempat.

"Kerja sama dengan operator dive ini dengan cara kami menitipkan petugas kami di kapal-kapal wisata untuk melakukan pemantauan secara tersembunyi," katanya.

Sudiyono mengatakan, pihaknya terus memprioritaskan aspek keamanan di kawasan wisata itu untuk menjamin kelancaran arus kunjungan wisatawan.

Ia menyebutkan, arus wisatawan selama tahun 2017 telah meningkat drastis mencapai lebih dari 120.000 orang dan 65 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

"Kami berharap agar seiring penataan keamanan di kawasan ini arus wisatawan ke TNK terus meningkat ke depannya, karena tidak hanya dari aspek safety-nya namun kami juga mulai membenahi aspek kenyamanan dengan menertibkan sampah-sampah dalam kawasan TNK," katanya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar