BRI Kupang: Penyaluran KUR Mikro hingga Juli capai Rp137 miliar

id BRI Kupang, KUR Mikro, Mantri Pojok Desa

BRI Kupang: Penyaluran KUR Mikro hingga Juli capai Rp137 miliar

Kunjungan BRI Kupang ke salah satu pelaku usaha kelor di Kupang yang merupakan nasabah KUR BRI beberapa waktu lalu. (ANTARA/Ho-BRI Kupang)

Daya beli masyarakat menurun. Sementara itu, butuh waktu yang banyak untuk menyosialisasikan laman pasar.id dan mengajari para pelaku usaha
Kupang (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Kupang telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) Mikro sebesar Rp137 miliar.

"Penyaluran KUR Mikro ini berlangsung sejak Januari hingga 16 Juli 2021," kata Pimpinan Cabang BRI Kupang Stefanus Juarto kepada ANTARA di Kupang, Jumat, (23/7).

Ia menyebut, penyaluran KUR Mikro telah terealisasi pada 4.815 debitur. Nantinya, target penyaluran KUR Mikro hingga Desember 2021 sebesar Rp383 miliar.

Guna mencapai target itu, lanjut Stefanus, pihak BRI melakukan berbagai upaya untuk memperdalam penyaluran kredit dalam segmen KUR Mikro ini.

Mereka mulai menggali potensi di seluruh desa wilayah kerja BRI dengan cara menempatkan pemasar di masing masing desa. Nama programnya ialah Mantri Pojok Desa.

"Di setiap kantor desa ada poster foto pemasar dan nomor telepon. Jika ada warga desa yang memiliki usaha dan membutuhkan modal, mereka bisa langsung berhubungan dengan petugas terkait (PIC desa tersebut)," ujarnya.

Selain menempatkan pemasar di setiap desa, ucap Stefanus, BRI melakukan pembinaan klaster usaha di daerah setempat. Tujuannya agar anggota klaster tersebut mandiri dan mampu mengembangkan usahanya masing masing.

Stefanus menilai, potensi bisnis mikro dan ultra mikro masih sangat terbuka. Namun, masih banyak para pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum mengetahui cara mengakses permodalan melalui kredit KUR.

Kendala lainnya adalah adanya pandemi Covid-19 yang memengaruhi perkembangan perekonomian dan daya beli masyarakat.

"Daya beli masyarakat menurun. Sementara itu, butuh waktu yang banyak untuk menyosialisasikan laman pasar.id dan mengajari para pelaku usaha," tandas Stefanus.

Baca juga: BRI Kupang sebut pengecekan data penerima BPUM bisa melalui e-form

Meski demikian, ia optimis para pelaku usaha akan belajar dengan pola belanja di tengah situasi pandemi. Pihak BRI juga akan terus melakukan sosialisasi agar pelaku usaha terbiasa dengan belanja non tunai.

Baca juga: Penerima BPUM di NTT mencapai 116.469 orang

Tercatat, para penerima KUR Mikro tersebar di 17 unit kerja BRI Kupang, baik di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote, dan Kabupaten Sabu Raijua.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar