Pasien COVID-19 sembuh di NTT bertambah 325 menjadi 24.240 orang

id covid ntt,penularan covid,penanggulangan covid

Pasien COVID-19 sembuh di NTT bertambah 325 menjadi 24.240 orang

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu. (ANTARA/ Benny Jahang)

...Pada Sabtu (24/7) terdapat 325 orang pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona
Kupang (ANTARA) - Jumlah pasien COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah dinyatakan sembuh bertambah 325 menjadi total 24.240 orang menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat pada Sabtu (24/7).

"Puji Tuhan jumlah kesembuhan pasien COVID-19 di NTT terus bertambah. Pada Sabtu (24/7) terdapat 325 orang pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kupang, Minggu  (25/7).

Ia memerinci, tambahan penderita COVID-19 yang sembuh antara lain berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya (2), Kabupaten Nagekeo (3), Kabupaten Malaka (8), Kabupaten Lembata (17), Kota Kupang (30), Kabupaten Ende (39), Kabupaten Kupang (52), Kabupaten Rote Ndao (54), dan Kabupaten Manggarai Barat (58).

Selain itu, ia melanjutkan, masing-masing ada 31 pasien COVID-19 yang sembuh dari Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sabu Raijua.

Marius mengatakan bahwa pada Sabtu (24/7) ada 848 warga yang dikonfirmasi tertular COVID-19 sehingga jumlah akumulatif warga yang terserang penyakit itu sejak awal pandemi sampai sekarang seluruhnya 36.015 orang di NTT.

Jumlah pasien yang meninggal dunia karena penyakit yang menyerang saluran pernafasan tersebut, menurut dia, bertambah 10 orang menjadi total 693 orang.

Ia menambahkan, penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan medis dan isolasi mandiri tercatat sebanyak 11.082 orang.

Baca juga: Polda NTT desain bus untuk vaksinasi COVID keliling

Marius mengatakan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk memperketat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) guna mengendalikan penularan COVID-19.

Baca juga: Polri bahas model pemolisian di masa pandemi

Di samping itu, pemerintah terus menjalankan upaya penanggulangan yang lain seperti pemeriksaan, pelacakan, dan penanganan kasus; penegakan protokol kesehatan; dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar