Pemkot Kupang segera bangun TK negeri

id Jefri

Pemkot Kupang segera bangun TK negeri

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Koreh

Pemerintah Kota Kupang sedang mencari lahan untuk segera membangun lembaga pendidikan Taman Kanak Kanak (TK) Negeri yang pertama di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kupang (Antaranews NTT) - Pemerintah Kota Kupang sedang mencari lahan untuk segera membangun lembaga pendidikan Taman Kanak Kanak (TK) Negeri yang pertama di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Kita sedang mencari lahan yang tepat untuk kepentingan pembangunan TK Neger. Kebertadaan TK Negeri ini sangat dibutuhkan agar anak-anak dari keluarga yang tidak mampu dapat diakomodir di lembaga pendidikan itu," kata Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore ketika dihubungi di Kupang, Minggu.

Pemerintah pusat, menurut Jefri, sangat mendukung terhadap rencana pembangunan TK Negeri sebagai lembaga layanan pendidikan anak usia dini yang terarah, terpadu dan terkoordinasi di Kota Kupang.

Ia mengatakan, Pembangunan TK Negeri membutuhkan lahan seluas 1.000 m2, sehingga pemerintah sedang mencari lahan yang cocok dan tepat untuk pembangunan TK Negeri tersebut.

"Pemerintah pusat minta kita siapkan lahan sekitar 1.000 m2 sehinga berbagai sarana dan prasarana untuk mendukukung proses pendidikan anak-anak berlangsung dalam satu kawasan itu" katanya.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur itu sangat optimistis dengan rencana pembangunan TK Negeri di Kota Kupang itu agar bisa mengakomodir anak-anak dari keluarga tidak mampu ke TK tersebut.

"Saya optimis Kota Kupang akan segera memiliki TK Negeri seperti di beberapa daerah di Indonesia, sehingga anak-anak keluarga tidak mampu bisa mengikuti pendidikan di lembaga ini," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah Kota Kupang dalam tahun ini akan mencari lahan seluas 1.000 m2 untuk merealisasikan pembangunan TK Negeri itu.

"Kita tidak bisa menggunakan lahan bekas restoran Teluk Kupang di Pasir Panjang, karena kawasan di tepi pantai itu akan dijadikan sebagai lokasi wisata bagi warga Kota Kupang," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar