
Olahraga bangun nilai sportivitas

"Prestasi iya, tetapi hal yang paling mendasar adalah menanamkan daya juang dalam kehidupan berolahraga," kata Gubernur Frans Lebu Raya.
Kupang (AntaraNews NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan, hal yang paling penting dalam dunia olahraga adalah membangun nilai sportivitas dan menanamkan daya juang bagi setiap generasi bangsa ini.
"Prestasi iya, tetapi hal yang paling mendasar adalah menanamkan daya juang dalam kehidupan berolahraga," kata Gubernur Nusa Tenggara Timur dua periode itu di Kupang, Rabu.
Dia mengemukakan hal itu pada pelantikan Pengurus KONI Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bhakti 2017-2021 oleh Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman.
Lebu Raya yang juga mantan Ketua Umum KONI NTT dua periode ini mengatakan, jika seseorang memiliki daya juang yang tinggi, maka apapun tantangan yang dihadapi dalam setiap perjuangan hidup pasti bisa dijalaninnya.
"Kalau di olahraga, setiap atlet yang jatuh pasti bangun lagi dan terus berjuang. Daya juang inilah bisa dibawa dalam setiap lingkungan, baik lingkungan tempat bekerja maupun lingkungan sosial lainnya," kata Lebu Raya.
Dia juga mengingatkan pengurus yang baru dilantik bahwa mengurus olahraga adalah sebuah pengabdian, karena itu semangat pengabdian harus tetap digelorakan.
"Saya minta pengurus harus menjaga kekompakan, harus ada semangat pengabdian karena di olahraga itu adalah mengabdi," katanya.
Menurut dia, jika ada kekompakan maka semua energi bisa disatukan dan menjadi besar dalam membangun olahraga di daerah tercinta Nusa Tenggara Timur ini.
Dia menambahkan satu hal yang harus diingat oleh pengurus adalah jika dalam mengurus olahraga tidak mampu melahirkan prestasi, maka harus siap untuk dicaci maki.
"Kalau tidak membawa prestasi ya...siap-siap untuk dicaci-maki, tetapi kalau berprestasi malah dipuji-puji sampai setinggi langit," katanya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
