Produksi sampah di Kota Kupang 200 ton/hari

id Obed

Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang Obed Kadji (kaos orange) saat bersama anak buahnya memonitor perkembangan sampah.(ANTARA Foto/istimewa)

Produksi sampah selama musim hujan di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur bisa meningkat menjadi200 ton/hari dari sebelumnya hanya 100 ton/hari.
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang Obed Kadji mengatakan produksi sampah selama musim hujan di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur bisa meningkat menjadi200 ton/hari dari sebelumnya hanya 100 ton/hari.

"Pada saat musim hujan seperti ini produksi sampah meningkat tajam, sehingga petugas kebersihan harus bekerja keras mengangkut serta membersihkan sampah dalam kawasan perkotaan ini," kata Obed Kadji ketika dihubungi Antara di Kupang, Sabtu.

Obed menjelaskan hal itu terkait upaya pemerintah daerah ini dalam mengatasi sampah selama daerah itu dilanda hujan lebat dan angin kencang hingga April 2018.

Obed mengatakan, produksi sampah masyarakat Kota Kupang di lingkungan maupun pasar modern dan tradisional semula hanya mencapai 100 ton/hari namun selama musim hujan meningkat tajam.

"Selama musim hujan produksi sampah mencapai 200 ton karena banyak sampah basah serta pohon yang tumbang akibat diterjang angin kencang," tegas Obed.

Pihanya menyipkan belasan truk untuk mengangkut sampah diberbagai tempat pembuangan sampah yang ada di wilayah ibu kota provinsi NTT itu.

Ia mengatakan, berbagai jenis sampah itu diangkut dan dimusnahkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Alak, Kecamatan Alak.

"Lokasi sampah di Alak itu masih memungkinkan untuk menjadi tempat penampungan sampah warga Kota Kupang," tegasnya.

Ia mengatakan, petugas Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang, masih bekerja keras membersihkan berbagai jenis sampah terutama sampah plastik yang terbawah air banjir menuju pantai Kupang, setelah meluapnya sejumlah kali di Kota Kupang akibat curah hujan yang tinggi melanda daerah ini.

"Kita masih melakukan pembersihan sampah di yang berserakan di pantai Kupang dengan menggunakan alat berat, sehingga masyarakat yang ingin berwisata ke pantai Kupang menjadi nyaman berada di pantai karena pantainya bersih," tegas Obed.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar