Warga Manggarai Timur diimbau waspadai petir

id Petir

Warga Manggarai Timur diimbau waspadai petir

Waspadai petir saat berlangsungnya hujan

"Wilayah Kabupaten Manggarai Timur masih terus diguyur hujan lebat sehingga perlu dipaspadai masyarakat terhadap terjadi bencana alam, hujan yang terjadi saat ini disertai petir," kata Anton Dargon.
Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur mengimbau warga mewaspadai hujan deras disertai petir pascaada rumah warga terbakar akibat sambaran petir.

"Wilayah Kabupaten Manggarai Timur masih terus diguyur hujan lebat sehingga perlu dipaspadai masyarakat terhadap terjadi bencana alam, hujan yang terjadi saat ini disertai petir," kata Kepala BPBD Manggarai Timur, Anton Dargon dari Borong, Jumat.

Anton menegaskan hal itu terkait upaya antisipasi pemerintah dalam mengatasi korban jiwa akibat bencana alam selama hujan deras dan petir melanda daerah itu.

Ia mengatakan peringatan kewaspadaan ini dilakukan sebagai upaya BPBD Kabupaten Manggarai Timur, terhadap potensi cuaca buruk yang masih melanda daerah ini.

Anton menegaskan kondisi cuaca di daerah penghasil kopi terbesar di NTT itu masih terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hinga lebat.

"Hujan ini disertai petir sehingga perlu kewasapadaan karena sudah menimbulkan korban pekab lalu," kata Anton.

Menurut dia, hujan lebat disertai petir yang terjadi Sabtu (24/2) menyebabkan rumah milik Yohanes Safrudin, warga kampung Wodong, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda di sambaran petir.

Rumah semi milik permanen dengan ukuran 6X6 meter itu ludes terbarak dalam insiden itu.

"Beruntung pada saat kejadian itu tidak ada penghuni dalam rumah yang ludes terbakar itu," tegas Anton.

Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Kupang telah mengirimkan bantuan tangap darurat terhadap korban yang tertimpa musibah sambaran petir itu.

"Kita mengimbau warga agar selalu waspada saat musim hujan yang disertai petir, hindari pemakaian alat-alat elektronik saat terjadi hujan disertai petir.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar