Plkada 2018 - Rakyat SBD jatuh cinta pada Emilia

id Emilia

Plkada 2018 - Rakyat SBD jatuh cinta pada Emilia

Mama Emi berpose bersama sejumlah pendukung wanita saat berkampanye di Sumba Barat Daya. (Foto Istimewa)

"Saya jauh-jauh datang dari desa hanya untuk menunggu Mama Emi, sapaan akrab Emilia Nomleni," kata Paulina Riri (60) yang mengaku naik truk sejauh 20 km dari Desa Wainmangura, Kecamatan Waijewa Barat menuju Tambolaka, ibu kota SBD.
Kupang (AntaraNews NTT) - Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diusung PDIP dan PKB Emelia Nomleni, Senin (26/3), melakukan kampanye di Sumba Barat Daya (SBD) yang kemudian bermuara pada rasa cinta masyarakat terhadap sosok wanita berambut perak itu.

Rakyat yang datang dari berbagai pelosok desa di SBD itu ingin mendengar dan menyimak program kerja yang ditawarkan pasangan Marianus Sae (calon gubernur) yang kini masih dalam tahanan KPK setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, beberapa waktu lalu.

"Saya jauh-jauh datang dari desa hanya untuk menunggu Mama Emi, sapaan akrab Emelia Nomleni," kata Paulina Riri (60) yang mengaku naik truk sejauh 20 km dari Desa Wainmangura, Kecamatan Waijewa Barat menuju Tambolaka, ibu kota SBD.

Pauliana mengaku mengagumi sosok Mama Emi, karena dia adalah figur perempuan yang berpenampilan sederhana, dan juga memiliki program-program yang jelas bagi rakyat.

Ia mencontohkan program pengembangan pariwisata di SBD dengan melibatkan partisipasi masyarakat. "Ini sesuatu yang nyata bagi upaya peningkatan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Baca juga: Feature - Mama Emi di mata para pedagang
. Emilia Nomleni, sosok wanita sederhana yang kini menjadi calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2018-2023. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha) 

Kedatangan Emelia ke Sumba Barat Daya juga ikut "memanah" perasaan seorang lelaki asal Desa Delu Lepa, Kecamatan Kodi, Yoseph (25)."Saya dari Delu Lepa sejauh sekitar 50 km hanya untuk bertemu dengan Mama Emi," ujarnya.

Yoseph yang datang bersama sejumlah pendukung Emelia dari Desa Delu Lepa itu mengatakan cukup tertarik dengan program-program yang ditawarkan calon Wakil Gubernur NTT seperti program air bersih.

Masalah air bersih, menurut dia, menjadi persoalan serius bagi masyarakat SBD saat musim kemarau tiba. "Semua sumur yang ada menjadi kering," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Agustinus Mongobane (35), warga Desa Totok, Kecamatan Loura. "Saya dari desa sejauh sekitar 20 km hanya untuk mendengar program-program pembangunan yang ditawarkan Emelia," ujarnya.

"Saya memang orang yang kurang berpendidikan, tapi saya suka dengan program-program kerjanya," ujar Mongobane yang mengaku cukup tertarik dengan program pendidikan yang ditawarkan Mama Emi.

Emelia akan berkampanye selama dua hari (Senin dan Selasa, red) di Sumba Barat Daya sesuai agenda yang telah digariskan oleh Komisi Pemilihah Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur.

Dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada pada 27 Juli 2018, Emilia tetap tampil seorang diri, karena calon Gubernur NTT yang mendampinginya Marianus Sae yang juga Bupati Ngada, masih menjalani proses hukum di KPK.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar