Pilkada 2018 - Pasangan calon masih menjaga perasaan lawan

id Leta rafael

Pilkada 2018 - Pasangan calon masih menjaga perasaan lawan

Pengamat pertanian dari Undana Kupang Leta Rafael Levis (ANTARA Foto/Ist)

"Akibatnya, yang terjadi dalam debat yang disiarkan langsung iNews TV Jakarta itu lebih banyak kompromistis dan tidak greget. Memang sangat disayangkan," kata Leta Rafael Levis.
Kupang (AntaraNews NTT) - Pengamat pertanian dari Universitas Nusa Cendana Kupang Leta Rafel Levis mengatakan dalam debat terbuka pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada Kamis (5/4) malam, masing-masing pihak masih menjaga perasaan lawan.

"Akibatnya, yang terjadi dalam debat yang disiarkan langsung iNews TV Jakarta itu lebih banyak kompromistis dan tidak greget. Memang sangat disayangkan," katanya dalam percakapan dengan Antara di Kupang, Sabtu (7/4).

Leta Rafael melihat apa yang terjadi pada Kamis (5/4) malam, bukanlah sebuah debat antarcalon Gubernur-Wakil Gubernur NTT, tetapi lebih bersifat kompromistis karena masing-masing pihak saling menjaga perasaan.

Seharusnya, kata dia, acara debat tersebut adalah forum untuk menguji kejernihan pikiran, hati dan motivasi pasangan calon, mengapa mereka mau menjadi Gubernur-Wakil Gubernur NTT dan alasan mereka menetapkan program-program yang akan dijalankan dan lainnya.

"Saya melihat forum debat perdana tidak ada ruang untuk mencermati kejernihan pikiran, hati dan motivasi paslon tentang alasan mereka mau menjadi Gubernur-Wakil Gubernur NTT," katanya.

Baca juga: Pilkada 2018 - Cagub NTT lemah dalam membuat terobosan
Baca juga: Pilkada 2018 - Debat perdana Cagub NTT cenderung monoton


Hal lain adalah isu krusial tentang pembangunan infrastruktur yang seringkali mereduksi peluang pembangunan ekonomi khususnya ekonomi para petani yang berbasis pertanian, peternakan, perikanan kelautan tidak didiskusikan secara matang sehingga tidak ada hal yang luar biasa dari forum tersebut.

Debat, menurut dua, adalah forum ilmiah untuk menguji konsep masing-masing pasangan calon berdasarkan fakta dan permasalahan serta jalan keluar yang hendak diambil atau dilakukan keempat pasangan calon tersebut terpilih.

Hal terakhir adalah dalam forum debat tidak ada suatu penjelasan argumentatif dari setiap pasangan calon tentang pembangunan ekonomi, infrastruktur dan relevansinya dengan pengentasan kemiskinan di NTT.

"Apa yang disampaikan para calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT masih datar-datar saja, belum menjadi pegangan rakyat dalam menentukan pilihan politiknya," kata Leta Rafael.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar