BI NTT siapkan Rp2,86 triliun layak edar untuk Natal Tahun Baru

id Uang layak edar, BI NTT,Kota Kupang

BI NTT siapkan Rp2,86 triliun layak edar untuk Natal Tahun Baru

Penukaran uang melalui program ekspedisi kas keliling di pulau terluar di NTT. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

...Untuk tahun ini angkanya lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp2,1 triliun
Kupang (ANTARA) - Kantor perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan uang tunai layak edar sebanyak Rp2,86 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu jelang hari raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

"Untuk tahun ini angkanya lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp2,1 triliun," kata Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Daniel Prasetyo kepada wartawan di Kupang, Senin, (22/11).

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan media gathering yang melibatkan 24 media di Kota Kupang.

Daniel mengatakan bahwa kenaikan kebutuhan uang layak edar untuk Natal dan Tahun Baru itu karena diperkirakan kebutuhan akan uang tunai layak edar akan meningkat dibandingkan tahun 2020.

Pada tahun 2020 kasus COVID-19 ujar dia cukup meningkat serta masih adanya pemberlakuan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat aktivitas masyarakat berkurang.

"Nah tahun ini kasus COVID-19 sudah mulai menurun sehingga diperkirakan kebutuhan akan uang juga akan meningkat," tambah dia.

Untuk proses penukaran uang layak edar, ujar dia pihaknya tidak menyiapkan lokasi khusus, namun masyarakat bisa ke perbankan atau juga ke sejumlah kas titipan BI yang ada di sejumlah kabupaten di NTT.

Selain itu, perekomian NTT juga di perkirakan tumbuh 2,44 persen-3,34 persen, namun masih adanya pemberlakuan PPKM berpotensi menahan percepatan pertumbuhan ekonomi di NTT.

“Untuk 2021 kita proyeksikan pertumbuhan 2,44 hingga 3,34 persen, jadi ekonomi NTT ini masih prospektif,” kata Deputi Kepala perwakilan BI NTT, Heru Catur Wibowo.

Pertumbuhan ekonomi di NTT di tunjang dari sisi pengeluaran investasi yang tumbuh sebesar 6,66 persen, konsumsi rumah tangga tumbuh 1,67 persen dan kredit UMKM meningkat dan sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi di NTT.

Baca juga: Sektor pariwisata NTT alami pemulihan di tengah pandemi

Baca juga: BI sebut utang luar negeri RI capai Rp423,1 miliar dolar AS di triwulan III
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2022