Hanya 681 surat suara yang tercecer

id Yosafat

Juru bicara KPU NTT Yosafat Koli

Surat suara pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tercecer dan nyasar sampai ke Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat berjumlah 681 lembar.
Kupang (AntaraNews NTT) - Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur Yosafat Koli menyebutkan surat suara pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tercecer dan nyasar sampai ke Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat berjumlah 681 lembar.

"Surat suara untuk Pilgub NTT yang dikirim ke NTB itu sebanyak 681 lembar dan bukan 4.000 lembar sebagaimana yang diberitakan media," kata Yosafat Koli kepada wartawan di Kupang, Senin (11/6).

Penjelasan Yosafat Koli ini untuk mengklarifikasi pemberitaan seputar adanya logistik surat suara untuk pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT yang kesasar ke Kabupaten Sumbawa, NTB.

Menurut Yosafat, sesuai temuan dari KPU NTT, bahwa surat suara yang ada di dua boks surat suara untuk Kabupaten Sumbawa itu berjumlah 681 lembar.

"Jadi bukan 4.000 lembar, tapi 681 lembar. Surat suara ini terselip di dalam kotak surat suara untuk Kabupaten Sumbawa. Kita sedang berkordinasi dengan perusahaan penyedia jasa," kata Yosafat.

Baca juga: Pengadaan logistik pilkada harus cermat

Dia menjelaskan, sesuai temuan bahwa, surat suara untuk Pilgub NTT sebanyak itu terkirim ke Lotim, NTB sebanyak tiga lembar, Sumbawa, NTB sebanyak 678 lembar.

"Jadi total yang terkirim itu 681 lembar yang terselip pada dua kotak atau dua boks. Untuk boks no 81 ada 426 lembar surat suara dan boks nomor 83 terdapat 252 lembar," katanya menjelaskan.

Terkait langkah yang ditempuh oleh KPU NTT, Yosafat mengatakan, saat ini pihaknya sedang menindaklanjuti dan komplain ke PT. Temperina Media Grafika.

"Kami juga melakukan koordinasi juga dengan KPU Bali, karena KPU Bali sedang menunggu sortir dari KPU Kota Denpasar, kemudian diklarifikasi ke seluruh daerah termasuk NTB," ujarnya.

Dia menambahkan, KPU NTT sedang mengecek ke perusahaan percetakan di Surabaya. "Kami sedang koorfinasi dan cek ke perusahaan penyedia jasa di Surabaya. Apakah ini karena kesalahan pengiriman atau karena kesalahan lain," katanya.

Baca juga: KPU Kabupaten Kupang mulai pengadaan logistik pemilu
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar